Pada Rabu (29/01), PBB melaporkan bahwa hampir 430.000 orang telah berpindah dari Jalur Gaza bagian selatan ke utara.
“Mitra kemanusiaan kami memperkirakan lebih dari 423.000 orang telah menyeberang dari selatan ke utara sejak dibukanya Jalan Salah ad-Din dan Al-Rashid pada Senin (27/01),” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, dalam konferensi pers.
Ia menjelaskan bahwa pekerja kemanusiaan di lapangan menyediakan makanan, air, dan perlengkapan kebersihan bagi para pengungsi. Dana Anak-anak PBB (UNICEF) juga membagikan gelang identifikasi bagi anak-anak untuk membantu keluarga tetap terhubung dan aman selama perjalanan.
“Orang-orang yang berpindah ini termasuk anak-anak tanpa pendamping, perempuan hamil, lansia, penderita penyakit kronis, penyandang disabilitas, serta mereka yang membutuhkan perawatan medis berkelanjutan,” tambahnya.
Larangan Operasi UNRWA oleh Israel
Menanggapi larangan Israel terhadap Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) yang akan berlaku mulai Kamis (30/01), Dujarric menegaskan bahwa PBB telah mengambil beberapa langkah dan memastikan bahwa badan tersebut “akan terus menjalankan mandatnya sampai benar-benar tidak bisa lagi.”
Ketika ditanya tentang ancaman tindakan hukum Israel terhadap UNRWA dan stafnya, Dujarric menyatakan bahwa “staf, baik nasional maupun internasional, harus dilindungi sesuai hukum internasional dan kewajiban Israel tunduk terhadap hukum tersebut.” Namun, ia mengungkapkan bahwa Israel belum memberikan jaminan perlindungan kepada staf PBB.
Parlemen Israel (Knesset) sebelumnya telah memutuskan untuk melarang operasi UNRWA di wilayah yang diduduki, dengan tuduhan bahwa beberapa karyawan badan tersebut terlibat dalam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023—klaim yang dibantah oleh UNRWA.
Larangan ini, yang diberlakukan di tengah agresi yang masih berlangsung di Gaza, terus memicu kekhawatiran akan terhentinya bantuan penting bagi jutaan pengungsi Palestina. Pejabat PBB telah berulang kali memperingatkan bahwa langkah tersebut dapat memperburuk krisis kemanusiaan yang sudah parah.
Sejak berdiri pada 1949, UNRWA telah memberikan layanan penting seperti pendidikan dan perawatan kesehatan bagi pengungsi Palestina di Tepi Barat, Gaza, Lebanon, Yordania, dan Suriah. Meski menghadapi tantangan politik dan finansial, badan ini tetap menjadi penyelamat bagi komunitas yang rentan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








