“Setidaknya 16.480 anak Palestina telah terbunuh dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober lalu,” kata otoritas setempat pada hari Senin (19/8). “Korban termasuk 115 bayi,” kata Ismail Thawabteh, yang mengepalai kantor media pemerintah Gaza, kepada Anadolu.
Ia mengatakan bahwa 35 anak Palestina meninggal karena kekurangan gizi dan dehidrasi di tengah blokade ketat Israel di daerah kantong tersebut.
“Setidaknya 3.500 anak di Gaza menghadapi risiko kematian di tengah kekurangan makanan dan kekurangan gizi akibat pembatasan Israel terhadap pengiriman makanan ke Gaza,” ia memperingatkan.
“Lebih dari 17.000 anak telah kehilangan orang tua mereka atau setidaknya salah satu dari mereka setelah akibat pembunuhan brutal oleh pasukan pendudukan Israel sejak 7 Oktober,” kata Thawabteh.
Selama berbulan-bulan, badan-badan internasional dan PBB telah memperingatkan dampak psikologis negatif pada anak-anak Palestina akibat serangan dahsyat Israel di Gaza.
Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel terus melanjutkan serangan brutalnya di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Serangan Israel sejak itu telah membunuh lebih dari 40.130 warga Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan melukai lebih dari 92.740, menurut otoritas kesehatan setempat. Lebih dari 10 bulan sejak serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza telah hancur di tengah blokade makanan, air bersih, dan obat-obatan yang melumpuhkan.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








