• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

5.000 Anak Gaza Harus Diamputasi Akibat Genosida Israel

by Adara Relief International
Juli 18, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
5.000 Anak Gaza Harus Diamputasi Akibat Genosida Israel

“Dokter memeriksa kaki saya, dan ulat-ulat kecil keluar!" -Ritaj (8 tahun), anak Gaza-

35
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Lebih dari 5.000 anak Gaza telah kehilangan anggota tubuh sejak Oktober 2023. Mereka menghadapi komplikasi luar biasa saat menunggu luka amputasi mereka sembuh, termasuk mengalami infeksi, cedera akibat serpihan, dan rasa sakit yang terus berlanjut.

Sembilan bulan genosida di Gaza yang terus berlanjut, ada ribuan anak Palestina yang hidup dengan setidaknya satu anggota tubuh yang diamputasi dan tidak menerima perawatan medis yang mereka butuhkan. 

Dr. Ghassan Abu Sittah, ahli bedah plastik Inggris-Palestina yang telah melakukan operasi pada banyak warga Palestina yang terluka di Gaza, memperkirakan sekarang ada sekitar 5.000 anak yang telah diamputasi.

Angka ini meningkat tajam dibandingkan akhir tahun lalu, ketika sekitar 1.000 anak Palestina di Gaza terpaksa menjalani amputasi untuk satu atau kedua kaki mereka, menurut UNICEF. 

“Ini merupakan bentuk amputasi pediatrik terbesar dalam sejarah,” kata Abu Sittah pada bulan Maret. 

Pasukan Israel terus menyerang warga Palestina di Gaza dari udara, darat, dan laut. Pada saat bersamaan, otoritas Israel juga membatasi dan menghalangi bantuan dan barang-barang penting masuk ke Gaza. Hampir tidak ada sistem perawatan kesehatan yang tersisa untuk memberikan perawatan medis bagi anak-anak di Gaza.

Salah seorang anak yang menjadi korban, Ghazal yang berusia empat tahun dan keluarganya terkena peluru yang ditembakkan dari tank Israel. Hal itu terjadi saat mereka mencoba mengungsi ke selatan Gaza pada November 2023.

“Tank itu membuat putri saya kehilangan kakinya,” kata ibu Ghazal kepada seorang peneliti lapangan dari Defense for Children International – Palestine (DCIP). “Dokter harus menindak kakinya tanpa anestesi. Ada beberapa pisau di apartemen. Mereka membawa tabung gas untuk memanaskan pisau dan memulai mengamputasi kaki putri saya. Ia menjerit.”

Rasa Sakit yang Tak Terbayangkan

Ghazal tidak sendirian dalam penderitaannya. Banyak kasus amputasi di Gaza yang dilakukan selama berjam-jam tanpa anestesi. Tak terbayangkan bagaimana rasa sakit yang tak tertahankan harus ditanggung seorang anak.

Dokter dan staf medis mengamputasi anggota tubuh anak-anak di rumah sakit yang penuh sesak, tempat puluhan ribu warga Palestina yang terlantar mengungsi untuk mencari perlindungan. Sementara itu, ruang operasi gelap tanpa listrik, tanpa obat pereda nyeri, antibiotik, atau persediaan yang steril. Itu semua terjadi saat RS berada di bawah pengepungan pasukan Israel.

Kampanye genosida Israel telah membuat sistem perawatan kesehatan Gaza lumpuh. Tidak ada perawatan lanjutan atau terapi fisik, juga tidak ada alat buatan (prostetik) yang digunakan untuk menggantikan bagian tubuh yang hilang

Seorang anak yang bagian tubuhnya diamputasi menggunakan anggota tubuh prostetik membutuhkan alat baru sekitar setahun sekali, dan kadang lebih sering, tergantung pada pertumbuhan mereka. Seiring pertumbuhan anak, mereka membutuhkan perawatan berkelanjutan dari spesialis.

Anak-anak yang diamputasi dari Gaza dapat menghadapi komplikasi luar biasa saat amputasi mereka sembuh, termasuk infeksi, cedera akibat serpihan, dan rasa sakit yang terus berlanjut.

Ritaj yang berusia delapan tahun, seorang anak perempuan Palestina dari Juhr Al-Deek, selatan Kota Gaza, selamat dari serangan udara Israel yang membunuh keluarganya. 

Setelah dua hari berada di bawah puing-puing, Ritaj diselamatkan. Dokter terpaksa mengamputasi kakinya setelah melalui beberapa operasi, dan sekarang dia berjuang untuk sembuh dalam kondisi mengungsi di tempat penampungan sekolah UNRWA.

“Dokter memeriksa kaki saya, dan ulat-ulat kecil keluar!”, kata Ritaj kepada seorang peneliti lapangan DCIP yang mengunjunginya di tempat penampungan sekolah UNRWA tempat dia tinggal bersama bibinya. 

“Setiap hari, saya tidak bisa tidur karena suara pengeboman meskipun saya ingin tidur karena kaki saya sakit. Namun, saya bertahan.”

Sementara sejumlah anak Palestina yang terluka di Gaza berhasil mempertahankan anggota tubuh mereka, lebih banyak anak yang harus menghadapi kelumpuhan dan komplikasi yang menyertainya.

Kelompok Rentan

Dunya yang berusia dua belas tahun selamat dari serangan Israel yang membunuh orang tua dan saudara-saudaranya–ia juga harus merelakan kakinya.

“Darah mengalir dan saya tidak punya kaki,” kata Dunya kepada seorang peneliti lapangan DCIP pada bulan November. “Saya mencoba menggerakkannya, tapi tidak bisa.”

Serangan Israel menggusur Dunya dan keluarganya, mengubur mereka di bawah puing-puing, membuat Dunya menjadi yatim piatu, dan menghancurkan kakinya. Ketika Dunya sedang memulihkan diri di Rumah Sakit Naser di Khan Younis pada Desember 2023, sebuah peluru yang ditembakkan dari tank Israel mengenai dirinya saat dia berbaring di tempat tidur rumah sakitnya. Dunya tewas seketika.

Pasukan Israel melancarkan kekejaman terhadap anak-anak Palestina di Gaza pada setiap kesempatan. Jumlah kematian anak-anak di Gaza telah melampaui 15.000, dan semakin banyak anak-anak yang terluka akibat serangan Israel. Sudah waktunya bagi komunitas internasional untuk bertindak.

Negara-negara harus menghentikan aliran senjata ke militer Israel karena anak-anak di Gaza membutuhkan gencatan senjata hari ini. Anak-anak Palestina yang cacat berhak untuk hidup dan sembuh dari luka-luka mereka.

Kewajiban Hukum

Memastikan anak-anak Palestina yang cacat di Gaza seperti Ghazal, Ritaj, Mohammad, dan ribuan anak lainnya untuk memiliki akses ke perawatan medis, pendidikan, dan rehabilitasi bukan sekadar hal yang benar untuk dilakukan, tetapi merupakan kewajiban hukum.

Israel meratifikasi Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hak-Hak Anak pada tahun 1991, dan setuju untuk menegakkan hak-hak anak yang ditentukan. Pasal 23 dari CRC berfokus pada hak-hak khusus anak-anak penyandang disabilitas.

Nyatanya, genosida Israel di Gaza justru menargetkan anak-anak Palestina yang cacat yang tidak bisa melarikan diri dari serangan udara, mendengar tembakan, atau memahami mengapa keluarga mereka terusir berulang kali. Komunitas internasional harus memberlakukan embargo senjata dan bekerja untuk menuntut pertanggungjawaban otoritas Israel atas kejahatan mereka.

Anak-anak itu seharusnya menerima perawatan dan pendidikan khusus untuk memfasilitasi integrasi sosial dan perkembangan pribadi mereka secara lengkap, serta mendapatkan hak mereka untuk pendidikan, pelatihan, pelayanan kesehatan, rehabilitasi, dan kesempatan rekreasi.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Sumber: https://www.trtworld.com

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Update Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Hari Keadilan Internasional 2024: Kala Penjajah Meninabobokan Dunia dari Kebisingan Palestina

Next Post

Sistem Kesehatan Gaza Berada Di Ujung Tanduk, RS Butuh Generator Listrik!

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
16
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
20
Next Post
Sistem Kesehatan Gaza Berada Di Ujung Tanduk, RS Butuh Generator Listrik!

Sistem Kesehatan Gaza Berada Di Ujung Tanduk, RS Butuh Generator Listrik!

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630