Seorang anggota sayap kanan Knesset (parlemen Israel) menyerukan pembangunan kuil ketiga di lokasi kompleks Masjid Al-Aqsa di Al-Quds (Yerusalem bagian Timur) yang dijajah, Anadolu Agency melaporkan.
“Saya sangat berharap bahwa semua orang Yahudi datang pada hari Senin pekan depan untuk mempersembahkan kurban Paskah mereka di Yerusalem,” kata Yitzhak Pindrus, anggota ekstremis Partai Persatuan Torah Yudaisme, dalam sebuah wawancara TV.
“Kami berharap Bait Suci Ketiga akan segera dibangun di sana, dan kami dapat makan di sana dari kurban Paskah.”
Paskah Yahudi, yang merupakan peringatan eksodus umat Israel dari Mesir pada masa Nabi Musa, dianggap sebagai salah satu hari raya terpenting dalam kalender agama Yahudi. Pada tahun ini, perayaan dimulai pada malam tanggal 22 April hingga 30 April.
Al-Aqsa adalah salah satu situs paling suci di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu sebagai Bukit Bait Suci, dengan mengatakan bahwa itu adalah situs dua kuil Yahudi pada zaman kuno.
Seruan anggota Knesset tersebut adalah pernyataan dan tindakan provokatif terbaru yang dibuat oleh pejabat Israel.
Menurut media Israel pada Rabu, Menteri Keamanan Nasional sayap kanan, Itamar Ben-Gvir, memasukkan perubahan status quo di lokasi tersebut dalam rencana tindakan formal Kementeriannya. Ben-Gvir berupaya mengubah status quo Masjid Suci Al-Aqsa dengan mengizinkan kontrol Israel atas situs tersebut dan membukanya bagi jamaah Yahudi, kata lembaga penyiaran publik Israel, KAN .
Berdasarkan perjanjian status quo era Ottoman, non-Muslim diperbolehkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa, tetapi tidak boleh beribadah di sana. Meski demikian, polisi Israel telah mengizinkan pemukim memasuki kompleks Masjid sejak tahun 2003, di tengah kecaman berulang kali dari warga Palestina.
Israel menduduki Al-Quds (Yerusalem bagian Timur), tempat Al-Aqsa berada, pada Perang Arab-Israel tahun 1967. Mereka mencaplok seluruh kota pada tahun 1980, sebuah tindakan yang tidak pernah diakui oleh komunitas internasional.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








