Dalam 24 jam terakhir, pasukan Israel melakukan 11 pembantaian di berbagai wilayah di Jalur Gaza yang membunuh sedikitnya 96 syuhada Palestina dan melukai 172 orang.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza mengatakan bahwa pasukan Israel masih mengepung Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, di dalamnya terdapat 120 pasien yang butuh dievakuasi.
“Generator listrik berhenti, silinder oksigen habis, jaringan pembuangan limbah tidak berfungsi, air terputus, penumpukan limbah, dan kurangnya kemampuan medis menghambat pekerjaan di Kompleks Medis Nasser,” kata kementerian pada Selasa (27/2) pagi. Pengepungan Israel terhadap Rumah Sakit Nasser dan Al-Amal di Khan Younis telah berlangsung sejak akhir Januari dan memaksa kedua rumah sakit tersebut berhenti beroperasi.
Pada Selasa pagi, Masyarakat Bulan Sabit Merah Palestina (PRCS) mengatakan pihaknya mengevakuasi 24 pasien lainnya dari Rumah Sakit Al-Amal, dengan bantuan Kantor Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA). Namun, pasukan Israel menghalangi konvoi PRCS dan OCHA untuk mencapai Al-Amal meskipun mereka sudah berkoordinasi sebelumnya untuk memasok bahan-bahan, makanan, dan air ke rumah sakit. Konvoi tersebut dihentikan selama tujuh jam di pos pemeriksaan militer di sebelah barat Rumah Sakit Al-Amal.
Pasukan Israel memerintahkan paramedis untuk keluar dari kendaraan mereka dan duduk di tanah, sementara tiga paramedis ditahan setelah ditelanjangi dan diikat. Satu orang kemudian dibebaskan, dan dua lainnya masih ditahan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








