Blokade yang dilakukan Israel telah melaparkan warga Palestina di seluruh Jalur Gaza. Israel membawa lebih dari 2 juta orang di Gaza ke ambang kematian, terutama 400.000 orang yang tinggal di wilayah utara wilayah Gaza, menurut Kementerian Luar Negeri Otoritas Palestina.
“Pencegahan masuknya truk bantuan oleh Israel dan sesekali menargetkan bantuan yang diizinkan masuk telah mengakibatkan kematian anak-anak, orang tua, dan pasien karena kelaparan,” kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan. Pemandangan ribuan anak sedang memegang panci kosong dan berdiri dalam antrean panjang menunggu makanan atau jatah makanan telah mendominasi kehidupan di Gaza utara.
Ismail al-Thawabteh, kepala kantor media pemerintah Gaza, mengatakan bahwa penduduk Jalur Gaza utara telah mengonsumsi pakan ternak selama tiga pekan berturut-turut seperti yang dilaporkan Al Jazeera. “Jika dunia gagal memaksa Israel untuk mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke daerah Gaza yang terkepung maka bencana kemanusiaan yang mempengaruhi ratusan ribu warga Palestina akan terjadi,” kata al-Thawabteh memperingatkan.
UNOCHA mengatakan hanya empat truk bantuan kemanusiaan yang memasuki Jalur Gaza pada hari Minggu, jauh di bawah rata-rata 47 truk per hari antara tanggal 9 dan 15 Februari. Angka tersebut menunjukkan penurunan tajam dibandingkan dengan 133 truk per hari pada minggu sebelumnya. Penting untuk dicatat bahwa sebelum tanggal 7 Oktober, sekitar 500 truk bantuan kemanusiaan memasuki Jalur Gaza setiap hari.
“Akses misi untuk mendukung rumah sakit dan fasilitas yang menyediakan layanan air, kebersihan, dan sanitasi (WASH) termasuk di antara misi yang sangat ditolak” oleh Israel, tambah OCHA.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








