• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Al-Aqsa

Mungkinkah Terjadi Konfrontasi di Masjid Al-Aqsa pada Bulan Suci Ramadan Tahun Ini?

by Adara Relief International
Februari 15, 2024
in Al-Aqsa, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Mungkinkah Terjadi Konfrontasi di Masjid Al-Aqsa pada Bulan Suci Ramadan Tahun Ini?
21
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Bulan suci Ramadan semakin dekat, pihak keamanan Israel mulai mempersiapkan diri untuk apa yang mereka anggap sebagai bulan paling sulit setiap tahunnya. Terlebih lagi, pada tahun ini, Ramadan datang di tengah-tengah perang yang sedang berlangsung melawan di Jalur Gaza.

Bagaimanapun juga, Ramadan akan tiba di pada situasi eskalasi dan permusuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya oleh kelompok pemukim ilegal dan ekstremis sayap kanan Israel menyusul peristiwa 7 Oktober, yang belum bisa diatasi atau ditangani oleh Israel hingga saat ini.

“Persiapan” Israel untuk Ramadan tahun ini menjadi hal paling sensitif sejak dimulainya penjajahan terhadap masjid suci pada tahun 1967. Namun, kita tahu dari pengalaman sebelumnya, bahwa ketika memasuki bulan suci Ramadan di Masjid Al-Aqsa, penjajah Israel biasanya menghadapi tantangan pada dua tingkatan.

Tingkatan pertama diwakili oleh para pemuda Al-Quds, biasanya juga bersama pemuda Palestina dari wilayah 1948 yang seharusnya dapat mengakses Masjid Al-Aqsa pada waktu-waktu lain dalam setahun karena mereka memegang kartu identitas Israel. Mereka seringkali menjadi beban keamanan terbesar bagi pihak keamanan Israel di masjid tersebut, terutama para pemuda Palestina dari Al-Quds, yang menganggap diri mereka selalu dalam konfrontasi dengan penjajah.

Warga Palestina di Tepi Barat biasanya tidak diizinkan mengakses Masjid Al-Aqsa kecuali selama Ramadan. Mereka yang diperbolehkan beribadah adalah yang memiliki izin keamanan dan berusia tertentu, terutama pada hari Jumat. Satu-satunya masalah yang mereka timbulkan bagi pihak otoritas Israel adalah jumlah mereka yang besar dan pemuda Al-Quds seringkali memanfaatkan situasi tersebut.

Ketika jumlah orang di Masjid Al-Aqsa dibatasi, pihak keamanan Israel dapat mengendalikan masjid, mengontrol pergerakan, menghentikan gesekan atau bentrokan, dan membubarkan orang dengan mudah. Namun, peningkatan jumlah orang di dalam masjid dianggap sebagai tantangan keamanan utama karena polisi Israel tidak dapat mengontrol pergerakan orang secara efektif, seperti yang terjadi pada Ramadan 2021.

Sebuah kebocoran media menunjukkan bahwa ada perbedaan pendapat antara tentara dan polisi Israel mengenai izin bagi warga Palestina di Tepi Barat untuk mengakses Masjid Al-Aqsa selama bulan suci mendatang. Hal ini dilaporkan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth beberapa hari yang lalu.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Menurut jurnalis Israel Itamar Eichner, polisi penjajah yang berada di bawah kuasa Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir ingin menerapkan kebijakan “nol warga Palestina” dan mencegah semua penduduk Palestina di Tepi Barat yang diduduki memasuki Masjid Al-Aqsa selama Ramadan. Namun, tentara Israel meyakini bahwa sejumlah warga Tepi Barat harus diizinkan mencapai Al-Aqsa untuk mengurangi tekanan kuat di wilayah Palestina yang dijajah.

Informasi ini dibocorkan dengan sengaja karena tujuannya jelas-jelas untuk membatasi akses penduduk Tepi Barat ke Al-Quds (Yerusalem) pada tahun ini, meskipun ada klaim dari Yedioth Ahronoth mengenai ketidaksepakatan antara polisi dan tentara. Perbedaan pendapat ini bukan soal prinsipnya, tapi jumlah jamaahnya, yaitu haruskah Israel mengizinkan warga Tepi Barat yang jumlahnya sangat terbatas untuk beribadah di Al-Aqsa, atau melarang mereka semua beribadah di sana? Bocoran tersebut dimaksudkan untuk mempersiapkan warga Palestina apabila tidak diperbolehkan untuk beribadah di Masjid Al-Aqsa selama Ramadan.

Bulan suci umat Islam pada tahun ini bertepatan dengan sejumlah festival Yahudi yang biasanya menjadi alasan serbuan pemukim kolonial Israel dan pasukan keamanan mereka ke Masjid Al-Aqsa. Pertama adalah Purim, yang jatuh pada pertengahan Ramadan. Meskipun biasanya bulan ini bukan merupakan musim terjadinya serbuan besar-besaran, namun kenyataan bahwa Purim jatuh bertepatan dengan bulan Ramadan dan konteks agresi di Gaza menjadikan bulan ini semakin penting bagi kelompok Temple Mount Yahudi ekstremis, gerakan zionisme keagamaan sayap kanan sekaligus gerakan Kahanis neofasis, dengan Ben-Gvir menjadi salah satu pilar terpentingnya.

Ramadan dan musim festival Yahudi akan menjadi kesempatan untuk menampilkan kekuatan Ben-Gvir di Masjid Al-Aqsa, dan untuk menunjukkan kemampuannya dalam memaksakan kedaulatan Israel atas Tempat Suci umat Islam dengan cara yang bahkan Benjamin Netanyahu sendiri tidak mampu melakukannya. Mungkin ini akan menjadi kesempatan emas bagi Ben-Gvir untuk menampilkan dirinya sebagai pemimpin sayap kanan Israel, hal yang telah ia coba lakukan sejak pengangkatannya sebagai menteri, terutama ketika dimulainya genosida di Gaza.

Oleh karena itu, beberapa pekan ke depan akan menjadi waktu yang sangat penting, karena pemerintah sayap kanan Israel juga melakukan persiapan untuk hari raya Yahudi berikutnya, yaitu Pesach atau Paskah Yahudi yang jatuh segera setelah akhir Ramadan. Kelompok ekstremis Temple Mount akan berupaya melakukan pengorbanan hewan di dalam Masjid Al-Aqsa dengan cara yang lebih serius dibandingkan dengan sebelumnya.

Tantangan utama yang dihadapi Israel adalah mengurangi jumlah umat Islam di Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan, sekaligus memungkinkan serangan Purim sedemikian rupa sehingga dianggap sukses. Jika semuanya berjalan sesuai rencana Israel, maka akan timbul keinginan untuk melakukan ritual pengorbanan hewan di dalam masjid, yang akan menjadi ritual keagamaan terakhir yang diperlukan untuk melakukan perubahan status quo di Al-Aqsa dengan mengubahnya menjadi sebuah kuil Yahudi.

Rencananya adalah dengan merebut sebagian Masjid Al-Aqsa sebagai langkah awal untuk mengubahnya menjadi kuil, atau dengan menguasai sepenuhnya setidaknya setengah dari area situs suci tersebut, situs tersuci ketiga di dunia Muslim. Israel telah bermimpi melakukan hal ini selama lebih dari 55 tahun, dan kelompok perlawanan sangat menyadari fakta ini.

Target tersebut menempatkan tanggung jawab besar atas Al-Aqsa di tangan warga Al-Quds dan rakyat Palestina di Tepi Barat, karena kemampuan Israel untuk melaksanakan rencana ini bergantung pada bagaimana mereka menghadapi larangan Israel dalam mengakses Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadan, ketika keimanan dan praktik keagamaan pada umumnya berada pada titik terkuatnya.

Israel mengkhawatirkan peningkatan semangat ini, karena hal tersebut mendorong warga Palestina sepanjang Ramadan untuk mengintensifkan persiapan psikologis dan spiritual mereka dalam menentang tindakan Israel terhadap masjid suci. Israel tidak menginginkan hal ini, karena mereka tahu bahwa percikan besar apa pun di Yerusalem dapat memicu intifada baru atau mengarah pada perluasan perang di Gaza ke tingkat yang tidak dapat dibayangkan oleh Israel maupun sekutunya.

Sumber :

https://www.#

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Netanyahu Mencegah Delegasi Israel Kembali ke Mesir untuk Perundingan Pertukaran Sandera 

Next Post

Penggerebekan dan Pembongkaran Rumah Warga Palestina oleh Israel terus Berlanjut di Tepi Barat

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
15

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
14
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
27
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Serangan Besar-Besaran Israel Membunuh 11 warga Palestina di Tepi Barat Bagian Utara

Penggerebekan dan Pembongkaran Rumah Warga Palestina oleh Israel terus Berlanjut di Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630