Hamas telah menawarkan kesepakatan untuk menghentikan agresi yang terjadi di Gaza selama setidaknya empat setengah bulan, tetapi Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menolaknya, meskipun ada tekanan dari Amerika Serikat untuk mencapai kesepakatan tersebut. Sebagai gantinya, Netanyahu mengatakan pada Rabu (7/2) bahwa Israel sedang menuju kemenangan dan mereka tidak akan mundur dari Gaza.
Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri menyatakan bahwa pernyataan Netanyahu ini menunjukkan keinginannya untuk membuat konflik regional yang lebih luas. Analis politik senior Al Jazeera juga mengatakan bahwa meskipun optimisme Amerika Serikat atas potensi kesepakatan antara Israel dan Hamas besar, namun terdapat “jurang besar” antara kedua pihak yang akan sulit untuk diselesaikan.
Shahram Akbarzadeh, seorang profesor politik Timur Tengah dan Asia Tengah di Universitas Deakin, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pemimpin Israel enggan untuk menandatangani kesepakatan gencatan senjata karena akan memberi Hamas kredibilitas dan pengakuan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








