Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyampaikan keprihatinan atas eskalasi konflik yang terjadi di Jalur Gaza. “Indonesia sangat prihatin dengan meningkatnya eskalasi konflik antara Palestina-Israel,” demikian tulis Kemlu dikutip dari akun Twitter resmi, Minggu (8/10). Kemlu pun mendesak agar konflik antara Palestina dan Israel segera dihentikan, guna menghindari bertambahnya korban yang berjatuhan. Kemlu juga menyatakan akar dari konflik tersebut adalah pendudukan wilayah Palestina oleh Israel yang harus diselesaikan sesuai parameter yang sudah disepakati oleh PBB.
Diketahui, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu telah menyatakan perang terbuka terhadap Palestina. Jumlah korban tewas terus bertambah sejak dimulainya eskalasi serangan di Jalur Gaza pada Sabtu (7/10). Hingga Minggu malam (8/10) serangan udara Israel ke Gaza telah menewaskan 413 warga Palestina dan melukai lebih dari dua ribu lainnya.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri memastikan hingga saat ini tidak ada warga Indonesia di Jalur Gaza yang menjadi korban. Menurut catatan resmi ada 13 warga Indonesia yang menetap di wilayah seluas 360 kilometer persegi itu. Dalam keterangan pers dari KBRI Amman, yang diterima BBC News Indonesia pada Minggu (08/10), juga menyebutkan “Pemerintah Indonesia, melalui KBRI Amman, KBRI Kairo di Mesir dan KBRI Lebanon terus memantau situasi terakhir WNI dan berkoordinasi dengan simpul-simpul WNI di Gaza.”
Namun, serangan udara Israel yang menyasar Rumah Sakit (RS) Indonesia di Jalur Gaza, menewaskan satu staf medis yang sedang berada di dekat rumah sakit tersebut. Relawan MER-C, Farid, mengatakan tembakan roket dari pesawat tempur Israel jatuh sangat dekat dengan lokasi para relawan medis, dan menghancurkan mobil operasional MER-C.
“Abu Romzi, staf local MER-C yang tengah berada di ambulans menjadi korban syahid dan dilarikan ke RS Indonesia,” ujar Farid. Serangan juga membuat kerusakan di wisma tempat tinggal relawan yang berada di area RS Indonesia.
Pengamat Timur Tengah di Universitas Indonesia, Yon Machmudi, mengatakan serangan pejuang Palestina ke Israel kemarin memang tidak terduga dan menunjukkan kelemahan sistem keamanan dan pertahanan yang selama ini dibanggakan Israel. Lebih jauh Yon menilai perkembangan saat ini sedianya menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk segera melakukan pembicaraan dengan negara-negara berpengaruh, seperti Turki, Arab Saudi, dan Yordania yang memang dekat secara geografis dengan Palestina dan memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Hal ini penting agar mereka dapat menekan Israel untuk segera memulai perundingan kembali dengan Palestina.
Dilansir kantor berita WAFA, Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengatakan, “Rakyat Palestina memiliki hak untuk membela diri dari teror pemukim dan pasukan pendudukan.” Serangan tersebut merupakan serangan terbesar dan paling mematikan ke Israel sejak Mesir dan Suriah melancarkan serangan mendadak dalam upaya merebut kembali wilayah yang hilang dalam perang Yom Kippur 50 tahun yang lalu.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








