Pasukan Israel telah membunuh 13 warga Palestina di Tepi Barat antara 25 Juli hingga 10 Agustus, termasuk tiga anak-anak. Pembunuhan tersebut membuat jumlah warga Palestina yang dibunuh di Tepi Barat oleh pasukan Israel mencapai 167 orang pada tahun ini, Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UNOCHA) mengungkapkan dalam sebuah laporan.
Angka ini telah melampaui jumlah total warga Palestina yang dibunuh oleh pasukan pendudukan Israel sepanjang 2022, yakni 155 orang. UNOCHA juga membenarkan bahwa 276 warga Palestina, termasuk sedikitnya 60 anak-anak, telah terluka oleh serangan pasukan Israel di Tepi Barat. Jumlah tersebut termasuk sembilan orang yang ditembak dengan peluru tajam antara 25 Juli hingga 7 Agustus.
Sementara itu, sejak awal tahun, 683 warga Palestina telah terluka oleh tembakan pasukan Israel di Tepi Barat. Jumlah ini meningkat lebih dari dua kali lipat selama periode yang sama pada 2022, yakni 307. Dalam enam bulan pertama tahun 2023, PBB mencatat 591 insiden terkait pemukim yang mengakibatkan korban warga Palestina, kerusakan properti, atau keduanya. Ini adalah peningkatan 39 persen ke rata-rata bulanan dibandingkan dengan tahun 2022, saat jumlah insiden terkait pemukim mencapai jumlah tertinggi sejak PBB mulai mencatat data tersebut pada tahun 2006.
UNOCHA menambahkan bahwa otoritas Israel menghancurkan, menyita, atau memaksa orang untuk menghancurkan 56 bangunan di Al-Quds (Yerusalem) Timur dan Area C Tepi Barat. Jumlah tersebut mencakup enam rumah, dengan alasan kurangnya izin bangunan yang dikeluarkan Israel–yang hampir tidak mungkin diperoleh. Akibatnya, 23 warga Palestina, termasuk 12 anak-anak, terpaksa mengungsi, dan mata pencaharian lebih dari 3.500 lainnya terpengaruh.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








