Krisis kelangsungan hidup anak di Pakistan masih dalam keadaan darurat di daerah yang terkena banjir karena tingkat infeksi pernapasan dan malnutrisi akut yang melonjak. UNICEF mengatakan lebih dari empat bulan setelah keadaan darurat nasional diumumkan di Pakistan, sekitar 4 juta anak masih tinggal di dekat genangan air yang kotor, mempertaruhkan kelangsungan hidup dan kesejahteraan mereka.
Infeksi pernapasan akut di kalangan anak-anak, yang merupakan penyebab utama kematian anak di seluruh dunia, telah meroket di daerah yang dilanda banjir. Selain itu, jumlah kasus anak-anak yang teridentifikasi menderita gizi buruk akut meningkat di daerah yang terkena dampak banjir. Peningkatan tersebut bahkan hampir dua kali lipat jika dibandingkan tahun 2021, dengan diperkirakan ada 1,5 juta anak yang membutuhkan intervensi gizi untuk menyelamatkan hidup mereka.
“Anak-anak yang tinggal di daerah yang terkena banjir Pakistan telah terdesak ke tepi jurang,” kata Abdullah Fadil, perwakilan UNICEF di Pakistan. “Hujan mungkin sudah berakhir, tapi krisis anak-anak belum. Hampir 10 juta anak perempuan dan laki-laki masih membutuhkan dukungan darurat dan menyelamatkan nyawa di musim dingin tanpa tempat berlindung yang memadai. Malnutrisi akut yang parah, penyakit pernapasan, dan penyakit yang ditularkan melalui air, ditambah dengan hawa dingin, membuat jutaan nyawa anak berada dalam bahaya.”
Di Jacobabad, distrik selatan, banyak keluarga hanya memiliki sedikit kain untuk menutupi tempat berlindung darurat mereka dari genangan air banjir, sementara pada malam hari suhu di sana mencapai 7 derajat celsius. Daerah pegunungan dan dataran tinggi juga terkena banjir. Salju yang turun membuat suhu di sana mencapai 0 derajat Celcius.
UNICEF dan mitranya telah mulai menyediakan barang-barang seperti pakaian hangat, jaket, dan selimut, untuk menjangkau hampir 200.000 anak. Menanggapi krisis kelangsungan hidup anak yang memburuk, lebih dari 800.000 anak telah diskrining untuk malnutrisi, dengan 60.000 di antaranya diidentifikasi menderita malnutrisi akut yang mengancam jiwa. Anak-anak terlalu kurus untuk tinggi badan mereka- dan dirujuk untuk pengobatan dengan makanan terapi siap konsumsi (RUTF). Sejauh ini, intervensi kesehatan UNICEF telah menjangkau hampir 1,5 juta orang dengan layanan perawatan kesehatan primer, dan 4,5 juta anak telah diimunisasi Polio di 16 kabupaten yang dilanda banjir.
UNICEF dan mitranya juga telah memberi akses ke air minum yang aman dan perlengkapan kebersihan untuk lebih dari satu juta orang. Dalam beberapa bulan ke depan, UNICEF akan terus menanggapi kebutuhan kemanusiaan yang mendesak sambil memulihkan dan merehabilitasi fasilitas kesehatan, air, sanitasi, dan pendidikan untuk keluarga yang kembali ke rumah.
UNICEF menyerukan kepada masyarakat internasional untuk segera memberikan bantuan kemanusiaan tambahan dan memastikan pencairan dana tepat waktu untuk menyelamatkan nyawa sebelum terlambat. Saat dunia mencari pemulihan dan pembangunan kembali, UNICEF mendesak negara-negara untuk memprioritaskan kebutuhan anak-anak melalui penyediaan bantuan yang berprinsip, berkelanjutan, dan fleksibel yang didasarkan pada kebutuhan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








