• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Mei 7, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

PBB: 50 Juta Orang Hidup dalam Perbudakan Modern

by Adara Relief International
September 13, 2022
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
PBB: 50 Juta Orang Hidup dalam Perbudakan Modern
18
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengemukakan lima puluh juta orang terjebak dalam kondisi kerja paksa dan pernikahan paksa, Senin (12/9). Angka ini terus mengalami pembengkakan secara dramatis dalam beberapa tahun terakhir.

Studi yang berjudul “Global Estimates of Modern Slavery” menemukan 50 juta orang hidup dalam perbudakan modern pada 2021. Dari jumlah tersebut, 28 juta berada dalam situasi kerja paksa dan 22 juta lainnya terjebak dalam pernikahan paksa. Perkiraan terbaru menunjukkan bahwa kerja paksa dan pernikahan paksa telah meningkat secara signifikan dalam 5 tahun terakhir, menurut Organisasi Buruh Internasional (ILO), Walk Free dan International Organization for Migration (IOM). Jumlah orang dalam perbudakan modern telah meningkat secara signifikan dalam 5 tahun terakhir, dengan tambahan 10 juta dalam perbudakan modern pada 2021, dibandingkan dengan perkiraan global 2016.

Perbudakan modern terjadi di hampir setiap negara di dunia, melintasi garis etnis, budaya, dan agama. Lebih dari setengah (52%) dari semua kasus kerja paksa dan seperempat dari pernikahan paksa dapat ditemukan di negara-negara berpenghasilan menengah ke atas atau berpenghasilan tinggi.

Sebagian besar kasus kerja paksa (86%) ditemukan di sektor swasta. Kerja paksa di sektor-sektor selain eksploitasi seksual komersial menyumbang 63% dari semua kasus kerja paksa. Sementara itu, eksploitasi seksual komersial mewakili 23%, dengan hampir 4 dari 5 korban eksploitasi seksual komersial adalah perempuan atau anak perempuan. Kerja paksa yang dipaksakan oleh negara menyumbang 14% dari orang-orang yang melakukan kerja paksa. Hampir 1 dari 8 pekerja paksa adalah anak-anak (3,3 juta). Lebih dari setengahnya berada dalam eksploitasi seksual komersial.

Baca Juga

Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat

Israel Anggarkan Rp11,7 Triliun untuk Kampanye Propaganda Global

Pekerja migran tiga kali lebih rentan menjadi pekerja paksa daripada pekerja dewasa nonmigran, baik melalui migrasi yang tidak teratur atau tidak diatur dengan baik, atau praktik perekrutan yang tidak adil dan tidak etis. António Vitorino, Direktur Jenderal IOM, mengatakan: “Laporan ini menggarisbawahi urgensi untuk memastikan bahwa semua migrasi berlangsung aman, tertib, dan teratur. Untuk mengurangi kerentanan para migran terhadap kerja paksa dan perdagangan orang, pertama-tama dan terutama bergantung pada kebijakan nasional dan kerangka hukum yang menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia dan kebebasan dasar semua migran di semua tahap proses migrasi, terlepas dari status migrasi mereka. Seluruh masyarakat harus bekerja sama untuk membalikkan tren yang mengejutkan ini, termasuk melalui penerapan Global Compact for Migration.”

Diperkirakan 22 juta orang hidup dalam pernikahan paksa pada 2021. Hal tersebut menunjukkan peningkatan sebanyak 6,6 juta dibandingkan perkiraan global pada 2016. Pernikahan paksa, terutama yang melibatkan anak-anak berusia 16 tahun ke bawah, kemungkinan jauh lebih besar daripada perkiraan saat ini. Perkawinan anak dianggap dipaksakan karena seorang anak secara hukum tidak dapat memberikan persetujuan untuk menikah. Mayoritas pernikahan paksa (lebih dari 85%) didorong oleh tekanan keluarga.

Perbudakan modern, seperti yang didefinisikan dalam laporan tersebut, terdiri atas dua komponen utama, yaitu kerja paksa dan pernikahan paksa. Keduanya merujuk pada situasi eksploitasi yang tidak dapat ditolak atau tidak dapat ditinggalkan oleh seseorang karena ancaman, kekerasan, pemaksaan, penipuan, atau penyalahgunaan kekuasaan. Kerja paksa, sebagaimana didefinisikan dalam Konvensi Kerja Paksa ILO, 1930 (No.29), mengacu pada “semua pekerjaan atau jasa yang dituntut dari seseorang di bawah ancaman hukuman apa pun dan untuk itu orang tersebut tidak menawarkan dirinya secara sukarela”.

Sumber:

https://reliefweb.int

https://publications.iom.int

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: Internasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Tampilkan Superhero Israel dalam Film Terbaru, Marvel Menuai Kritik

Next Post

Finland Has An Education System The Other Country Should Learn From

Adara Relief International

Related Posts

Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat
Berita Kemanusiaan

Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat

by Adara Relief International
Mei 6, 2026
0
15

Uskup Agung Ortodoks Yunani dari Sebastia, Atallah Hanna, memperingatkan meningkatnya serangan Israel terhadap komunitas Kristen di Al-Quds (Yerusalem). Ia menyebutnya...

Read moreDetails
Israel Anggarkan Rp11,7 Triliun untuk Kampanye Propaganda Global

Israel Anggarkan Rp11,7 Triliun untuk Kampanye Propaganda Global

Mei 6, 2026
18
Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi

Pembongkaran Rumah Palestina oleh Israel Capai Tingkat Tertinggi

Mei 6, 2026
17
Penyiksaan Berat Dialami Dokter Hussam di Penjara Israel

Penyiksaan Berat Dialami Dokter Hussam di Penjara Israel

Mei 6, 2026
16
PBB: Insiden Keamanan di Gaza Meningkat, Fasilitas Bantuan Diserang

PBB: Insiden Keamanan di Gaza Meningkat, Fasilitas Bantuan Diserang

Mei 6, 2026
15
Utusan AS Desak Israel Longgarkan Akses Bantuan ke Gaza

Utusan AS Desak Israel Longgarkan Akses Bantuan ke Gaza

Mei 5, 2026
29
Next Post

Finland Has An Education System The Other Country Should Learn From

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630