Ratusan anak telah meninggal di pusat-pusat nutrisi di seluruh Somalia, kata badan PBB untuk dana anak-anak (UNICEF) pada Selasa (6/8). Ini terjadi sehari setelah badan dunia itu memperingatkan bahwa bagian-bagian negara itu akan dilanda kelaparan dalam beberapa bulan mendatang. Seorang pejabat di satu wilayah Somalia menggambarkan orang-orang kelaparan berjalan jauh dengan anak-anak di pundak mereka untuk melarikan diri dari kekeringan dan kekerasan yang ditimbulkan oleh militan Al-Shabaab. Beberapa anak meninggal di tengah jalan.
Wilayah Tanduk Afrika menghadapi kegagalan musim hujan untuk kelima kalinya secara berturut-turut. Kelaparan tahun 2011 di Somalia merenggut lebih dari seperempat juta jiwa, kebanyakan dari mereka adalah anak-anak. “Sekitar 730 anak meninggal di pusat-pusat makanan dan nutrisi di Somalia, antara Januari dan Juli 2022, tetapi jumlahnya bisa lebih banyak karena banyak kematian yang tidak dilaporkan,” kata perwakilan UNICEF Somalia Wafaa Saeed dalam jumpa pers di Jenewa.
Ahmed Shire, menteri informasi negara bagian Glamudug, utara Ibu Kota Mogadishu, mengatakan bahwa 210 orang telah meninggal karena kekurangan gizi dalam beberapa bulan terakhir. “Al-Shabaab membakar lima kota sepenuhnya, bahkan sumur berubah menjadi abu,” katanya kepada Reuters. “Orang-orang ini berjuang dengan kekeringan yang menewaskan setengah dari hewan mereka. Al-Shabaab menjarah hewan yang tersisa.” Shire mengatakan sekitar 1.000 keluarga, masing-masing dengan setidaknya tujuh anak, telah meninggalkan daerah itu dengan berjalan kaki dan tidak dapat diselamatkan karena ancaman serangan.
Al-Shabaab, sebuah kelompok yang terkait dengan Al-Qaeda, telah menyerang baik militer maupun sipil selama lebih dari satu dekade. UNICEF mengatakan wabah penyakit meningkat di antara anak-anak, dengan sekitar 13.000 kasus dugaan campak dilaporkan dalam beberapa bulan terakhir dengan 78 persennya adalah balita.
Faduma Abdiqadir Warsame, yang mengelola sembilan kamp pengungsi di pinggiran Mogadishu, mengatakan timnya telah menguburkan 115 anak-anak dan orang tua dalam tiga bulan terakhir. “Ribuan keluarga yang tersisa hanyalah kerangka. Jika tidak segera dibantu, mereka akan mengikuti,” katanya, seraya menambahkan bahwa kebanyakan orang terlalu miskin untuk membayar pemakaman yang layak. “Anak-anak dikubur seperti sampah di gang-gang dan di sepanjang tembok,” katanya.
Bantuan keuangan untuk Somalia telah meningkat baru-baru ini, dari permohonan PBB senilai $1,46 miliar sekarang telah didanai 67 persen. Namun, para pejabat bantuan memperingatkan bahwa masih dibutuhkan lebih banyak lagi dana bantuan. “Kita akan menyaksikan kematian anak-anak dalam skala yang tidak terbayangkan jika kita tidak bertindak cepat,” kata Audrey Crawford, direktur negara Somalia di Dewan Pengungsi Denmark.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







