• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Hari Air Sedunia dan Nasib Palestina

by Adara Relief International
Juni 10, 2022
in Artikel
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Hari Air Sedunia dan Nasib Palestina
13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dunia baru saja merayakan Hari Air pada 22 Maret lalu yang mengangkat masalah air tanah sebagai isu yang diangkat pada Hari Air Sedunia 2022. Dalam laman World Water Day tertulis, “Air tanah mungkin tidak terlihat, tetapi tidak boleh hilang dari pikiran.” Hal ini menunjukkan urgensi air tanah sebagai kelangsungan bagi umat manusia. Namun, akibat perubahan iklim dan ulah umat manusia, kondisi air tanah di bumi semakin kritis, sehingga diperlukan kerja sama yang baik untuk mengelola hal itu.

Ide peringatan Hari Air ini dimulai pada 1992 saat konferensi PBB tentang Lingkungan dan Pembangunan di Rio de Janeiro. Pada tahun yang sama, PBB mengadopsi resolusi yang menyatakan tanggal 22 Maret sebagai Hari Air Sedunia. PBB menjadikan tahun 2018 hingga 2028 sebagai Dekade Aksi Internasional tentang Air untuk Pembangunan Berkelanjutan. Menurut PBB, hal ini dilakukan karena air dan sanitasi merupakan kunci untuk pengentasan kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, dan kelestarian lingkungan.

Namun, jauh dari upaya internasional untuk mengelola air secara baik agar penduduk dunia mendapatkan kesejahteraan, di Palestina, penjajah Israel menggunakan air untuk eksistensi penjajahan yang dilakukannya. Berdasarkan laporan dari Adara Relief dalam Adara Report: Krisis Air Palestina, Upaya Sistematis Zionis Memutus Akses Air untuk Meruntuhkan Kedaulatan,[1] Israel secara sistematis menghilangkan akses penduduk Palestina terhadap akses air, yang bertentangan dengan hukum internasional.

Israel melakukan apartheid air dengan memutus akses warga Palestina untuk mendapatkan air bersih dan melakukan pengairan untuk lahan pertanian mereka. Tembok rasis yang dibangun Israel di wilayah Tepi Barat tidak hanya ditujukan untuk membatasi akses penduduk Palestina tetapi juga sebagai bagian untuk memutus aliran air. Banyak petani yang lahan pertaniannya mengalami kekeringan akibat hal ini. Sehingga penduduk Palestina tidak hanya kesulitan mengakses air minum tetapi juga dimatikan perekonomiannya karena tidak dapat bertani.

Sementara itu di Jalur Gaza, pada 2015 sebanyak 95% – 97% telah terkontaminasi air asin. Hanya 5% dari penduduk Gaza yang memiliki akses terhadap air bersih, sisanya harus membeli air. Serangan Israel pada 2021 kemarin juga ikut memperparah krisis air di Gaza karena Israel melakukan penghancuran terhadap sumber-sumber air dan pengolahan limbah air di Gaza.

Dalam rangka mengatasi masalah tersebut, pada tahun ini, Otoritas Air Gaza telah membangun pabrik desalinasi di tiga tempat di Gaza sehingga 35% penduduk Gaza dapat minum melalui air keran. Ini tentunya tidak cukup, karena masih ada 65% penduduk yang tidak bisa mengakses air bersih.

Oleh karenanya, momen Hari Air harus juga menjadi perhatian bagi bangsa-bangsa dunia bahwa ada sebuah negara yang dijajah tidak hanya tanahnya, tetapi juga air-nya. Israel secara sistematis melakukan pemutusan terhadap akses air bagi penduduk Palestina. Keadaan ini tidak hanya bertentangan dengan hukum internasional tetapi juga menjadi bagian dari perampasan kedaulatan Palestina.

Hari Air harus menjadi momen bagi seluruh bangsa untuk menyuarakan apartheid air yang dialami oleh Palestina. Mereka tidak dapat mengakses air bukan karena ketiadaan air, melainkan karena mereka bangsa Palestina. Air mereka dirampas, tempat penampungan airnya dihancurkan, dan ironinya jika ingin menikmati air bersih, mereka harus membeli kepada penjajah. Apalah arti sebuah bangsa jika tanah dan air mereka dirampas.

 

Fitriyah Nur Fadilah, S.Sos., M.I.P.

Penulis merupakan Ketua Departemen Resource Development and Mobilization (RDM) Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana dan master jurusan Ilmu Politik, FISIP UI.

 

[1] Lihat lebih lengkap mengenai permasalahan krisis air yang dialami Palestina akibat penjajahan yang dilakukan Israel dalam: https://adararelief.com/adara-report-agustus-2021/

 

Baca Juga

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Sumber tulisan :

https://adararelief.com/adara-report-agustus-2021/

https://adararelief.com/hari-air-sedunia-apartheid-air-israel-menyangkal-hak-warga-palestina-atas-air-yang-memadai/

https://adararelief.com/otoritas-air-penduduk-jalur-gaza-yang-mengonsumsi-air-tawar-meningkat-menjadi-35/

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina.

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: ArtikelPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Apa itu Fidyah, dan Siapa Saja yang Wajib Membayarnya?

Next Post

Israel Membunuh Anak Palestina dalam Serangan di Jenin

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
23

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
110
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Israel Membunuh Anak Palestina dalam Serangan di Jenin

Israel Membunuh Anak Palestina dalam Serangan di Jenin

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630