• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel Jelajah

Pembersihan Etnis di Sheikh Jarrah

by Adara Relief International
Januari 27, 2022
in Jelajah
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Pembersihan Etnis di Sheikh Jarrah
10
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

“Serupa pencuri pada malam hari, petugas datang untuk mengusir keluarga Salhiya ke jalan yang membeku. Ini adalah kehidupan warga Palestina di Al-Quds Timur.”

  • Mossi Raz, seorang anggota parlemen Meretz (Parlemen Israel)

Pernahkah terbayang, hanya dalam semalam, rumah kita dihancurkan oleh sekelompok orang-orang tidak dikenal?

Bayangan itu menjelma kenyataan pahit bagi keluarga Salhiya. Pada Rabu dini hari (19/1) sekitar pukul 3 pagi waktu setempat, sekelompok besar unit polisi Israel, termasuk pasukan anti-terorisme dan polisi disertai dengan buldoser, menyerbu rumah keluarga Salhiya. Mereka menggerebek rumah, menyeret paksa 15 penghuni rumah tersebut untuk keluar, termasuk lima anak-anak.

Yasmin Salhiya (19) mengatakan bahwa pasukan Israel memutus aliran listrik ke rumah kemudian menembakkan gas air mata ketika menyerbu rumah mereka. Mereka kemudian menangkap lima anggota keluarga, termasuk kepala keluarga yaitu Mahmoud Salhiya. Pasukan Israel juga memukuli beberapa anggota keluarga Salhiya, termasuk Aya, saudara perempuan Yasmin yang masih berusia sembilan tahun. Begitu seluruh anggota keluarga Salhiya telah berada di luar rumah, pasukan Israel menembakkan peluru karet ke arah wartawan dan orang-orang yang mencegah penggusuran. Hanya dalam waktu tiga jam, buldoser dengan cepat meruntuhkan rumah keluarga Salhiya beserta seluruh isinya, menyisakan puing-puing yang hanya bisa diratapi dari kejauhan.

Potret keluarga Salhiya yang tersisa di atas puing-puing rumah mereka
Sumber : qudsnen

Polisi Israel dan petugas yang melakukan penggusuran rumah mengatakan bahwa tindakan tersebut sudah sesuai prosedur dan telah disetujui oleh pengadilan. Mereka mengatakan rumah keluarga Salhiya merupakan “bangunan ilegal yang dibangun di ruang publik” sehingga harus dihancurkan agar dapat dibangun “sekolah untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang memberikan manfaat di Sheikh Jarrah.”

Rumah yang ditempati keluarga Salhiya bukanlah bangunan baru, melainkan telah berdiri sejak puluhan tahun yang lalu. Keluarga Salhiya merupakan korban Nakba. Mereka diusir dari rumah mereka di lingkungan Al Quds Barat Ein Karem pada 1948 selama pembersihan etnis yang dilakukan Zionis di desa tersebut. Mereka kemudian membeli rumah baru pada 1950-an di lingkungan Sheikh Jarrah, sekitar satu dekade sebelum Israel menduduki dan mencaplok daerah itu. Sekarang, Zionis Israel telah mengusir mereka untuk kedua kalinya dengan tindakan yang membuat mereka kehilangan tempat tinggal dan tidak bisa kembali lagi.

Peta Al Quds tahun 1935, bagian yang dilingkari adalah rumah keluarga Salhiya
Sumber : qudsnen

Segala upaya telah dilakukan keluarga Salhiya untuk mempertahankan rumah mereka. Kepala keluarga rumah tersebut, Mahmoud Salhiya, sempat mengancam pasukan Israel dengan membawa tabung gas ke atap rumah, mengatakan akan membakar dirinya beserta seluruh bangunan rumah tersebut jika pasukan Israel nekat memasuki rumahnya. “Kami tidak akan melarikan diri lagi! Kami tidak punya tempat lain untuk pergi. Anda sudah mengusir kami pada 1948. Kami akan mati di rumah kami atau kami melanjutkan hidup. Kami tidak akan pergi!” ujarnya dengan penuh keberanian.

Sayangnya, Israel tidak memiliki telinga untuk mendengarkan dan tidak memiliki hati untuk merasakan. Mereka malah menangkap Mahmoud karena dianggap mengganggu proyek mereka, kemudian melanjutkan penggusuran rumah.

Keluarga Salhiya bukanlah satu-satunya korban penggusuran rumah di Sheikh Jarrah. Sekitar 200 keluarga di Al-Quds Timur berisiko mengungsi karena perintah penggusuran. Ketegangan dipicu oleh kehadiran sekitar 200.000 pemukim Yahudi yang sekarang tinggal di daerah tersebut. Kehadiran para pemukim serta-merta menggusur penduduk yang telah menempati wilayah tersebut sejak lama, membuat mereka kehilangan tempat tinggal pada musim dingin yang ekstrem ini.

Puing-puing bangunan rumah keluarga Salhiya
Sumber : qudsnen

Menurut PBB, tingkat penghancuran rumah-rumah Palestina oleh Israel di Tepi Barat yang diduduki dan Al-Quds Timur meningkat sebesar 21% pada 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Sejak 2009 hingga 2022, Israel tercatat telah menghancurkan 1.621 bangunan di Al Quds Timur dan mengakibatkan 2.986 orang kehilangan tempat tinggal.

Baca Juga

Kota Jeruk Yaffa, Jantung Palestina yang Telah Berhenti Berdetak

Situasi Apokaliptik Jalur Gaza yang Cantik: Dari Pusat Arsip yang Terbakar hingga Gereja yang Runtuh

Penggusuran bukan hanya terjadi di Sheikh Jarrah, melainkan di seluruh wilayah Palestina.[1] Sepanjang 2009 hingga tahun 2022, Israel telah menghancurkan 8.211 bangunan yang mengakibatkan 12.196 orang kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian karena rumah dan bangunan unit bisnis milik mereka dihancurkan oleh Israel.[2]

Penggusuran serta penyerangan dengan berbagai alasan yang dilakukan oleh Israel tidak lain hanyalah bagian dari upaya mereka untuk terus melanjutkan agenda Yahudinisasi melalui pembersihan etnis terhadap penduduk Palestina. Saudara-saudara kita di Palestina tidak hanya membutuhkan bantuan materi, tetapi mereka juga membutuhkan kehadiran kita untuk bersama-sama berjuang membebaskan Palestina. Hal ini sebab sebelum Palestina merdeka, pembersihan etnis akan terus menjadi agenda turun-temurun yang dilakukan Zionis terhadap penduduk Palestina.

 

Salsabila Safitri, S.Hum.

Penulis merupakan Staf Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana  jurusan Sastra Arab, FIB UI.

 

[1] Baca kisah lainnya dalam https://adararelief.com/adara-report-edisi-02-desember-2021-tanah-palestina/

[2] Baca kisah lainnya dalam https://adararelief.com/843-rumah-palestina-dihancurkan-sepanjang-tahun-2021/

Sumber :

https://www.#/20220119-israel-forces-evict-palestinian-family-from-sheikh-jarrah-home/(Video)

https://www.ochaopt.org/data/demolition

https://www.trtworld.com/opinion/new-year-same-occupation-israel-continues-its-violence-in-sheikh-jarrah-53865

https://www.theguardian.com/world/2022/jan/19/israeli-police-evict-palestinian-family-from-sheikh-jarrah-home

https://www.middleeasteye.net/news/sheikh-jarrah-israeli-forces-raid-neighbourhood-overnight-demolish-salhiya-house

https://qudsnen.co/in-overnight-raid-israeli-forces-demolish-18-member-palestinian-family-house-in-jerusalem/

https://www.#/20220119-israel-forces-evict-palestinian-family-from-sheikh-jarrah-home/

https://www.#/20220119-israeli-authorities-halt-eviction-order-of-sheikh-jarrah-home-amid-local-international-pressure/

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Mengharapkan Normalisasi dengan Kerajaan Saudi dan Indonesia, tetapi Tidak Dalam Waktu Dekat

Next Post

Remaja yang Ditawan Israel Menderita Autoimun dan Dinyatakan Positif Covid-19

Adara Relief International

Related Posts

Jerusalem holds religiGereja Makam Kudus, Bukti Perdamaian Ratusan Tahun yang Tak Tergerusous significance for Christians, Jews and Muslims (Credit: Thomas Coex/AFP/Getty Images)
Artikel

Gereja Makam Kudus, Bukti Perdamaian Ratusan Tahun yang Tak Tergerus

by Adara Relief International
Maret 12, 2024
0
351

Wahai Al-Quds, si cantik yang diselimuti kegelapan Siapa yang membunyikan lonceng di Gereja Makam Kudus? Pada Minggu pagi… Siapa yang...

Read moreDetails
Tidak Ada Stroberi di Gaza Tahun Ini

Tidak Ada Stroberi di Gaza Tahun Ini

Maret 5, 2024
103
Kota Jeruk Yaffa, Jantung Palestina yang Telah Berhenti Berdetak

Kota Jeruk Yaffa, Jantung Palestina yang Telah Berhenti Berdetak

Maret 2, 2024
174
Asap yang membumbung dan langit yang kelabu adalah pemandangan sehari-hari di Jalur Gaza di bawah pengeboman Israel (AFP Photo)

Situasi Apokaliptik Jalur Gaza yang Cantik: Dari Pusat Arsip yang Terbakar hingga Gereja yang Runtuh

Februari 16, 2024
113
Hammam al-Samra: Pemandian Berusia 1000 Tahun, Jejak Peninggalan Kesultanan Mamluk dan Imperium Utsmani

Hammam al-Samra: Pemandian Berusia 1000 Tahun, Jejak Peninggalan Kesultanan Mamluk dan Imperium Utsmani

Februari 3, 2024
146
Kisah di Balik Situs Bersejarah yang Dihancurkan Israel (Bagian I): Masjid Agung Omari, Simbol Keagungan dan Persilangan antar-Peradaban di Gaza

Kisah di Balik Situs Bersejarah yang Dihancurkan Israel (Bagian I): Masjid Agung Omari, Simbol Keagungan dan Persilangan antar-Peradaban di Gaza

Februari 3, 2024
105
Next Post
Remaja yang Ditawan Israel Menderita Autoimun dan Dinyatakan Positif Covid-19

Remaja yang Ditawan Israel Menderita Autoimun dan Dinyatakan Positif Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630