Rute 60, Jalur Kematian bagi Penduduk Palestina #2- Pembatasan Rute 60 yang dilakukan Zionis terhadap penduduk Palestina juga bertujuan melumpuhkan ekonomi mereka.[1]

Seperti yang terjadi pada Ghalib Khalil. Ia menjalankan sebuah bengkel mobil yang terletak di belokan Rute 60 di Sinjil dan bengkelnya terancam kehilangan pelanggan jika pos pemeriksaan dibangun dan penduduk Palestina tidak diizinkan melewati Rute 60. “Hidup saya akan hancur. Bengkel saya berada di wilayah vital antara Nablus dan Ramallah. Jika persimpangan di sini ditutup dan jalan ke bengkel saya ditutup, itu akan memisahkan Nablus, Tulkarem dan, Qalqilya dari Ramallah, Hebron dan Al-Quds. Semua orang akan menganggur.” Demikian kekhawatiran Khalil.
“Jalan Kematian” ini tidak hanya merenggut perekonomian penduduk Palestina, tetapi juga nyawa mereka.
Pada 2010, tercatat 5.400 kecelakaan terjadi di jalur ini dan melukai lebih dari 7000 jiwa. Jumlah ini meningkat empat kali lipat dibandingkan kecelakaan yang terjadi pada 2006. Belum ada pihak yang bisa menjelaskan apakah kecelakaan ini benar-benar musibah, atau memang sudah berbentuk pola yang direncanakan, melihat dari banyaknya kasus di sepanjang wilayah yang sama.
Pada tahun 2012, Miri Juwali (5) terbaring koma di rumah sakit setelah bus yang ditumpanginya ditabrak oleh sebuah truk di Rute 60. Dalam kondisi hujan lebat, bus yang beratap kayu dan dilapisi aluminium tersebut terbalik dengan kondisi kabelnya terbuka. Api segera berkobar, melahap bus dan segala yang ada di dalamnya. Karena tenaga kesehatan terlambat datang, Miri kemudian segera dibawa ke rumah sakit di Ramallah oleh seorang pria Palestina yang ban mobilnya kempes saat melewati wilayah tersebut. Ia dinyatakan menderita luka bakar tingkat tiga di bagian kepala, leher, punggung, perut bagian bawah, tangan dan kaki. Akibatnya, Miri kehilangan tangan kirinya, lima jari kaki dan dua jari di tangan kanannya, bibir, dan kedua telinganya.
Ibu Miri, Manar Juwali (32) tidak bisa memutuskan siapa yang harus bertanggung jawab atas “kecelakaan” yang menyebabkan anaknya menderita luka bakar di 75% bagian tubuhnya. Terlalu banyak faktor yang menjadi penyebab kecelakaan tersebut : cuaca yang sedang hujan deras, sopir truk yang menabrak bus berisi anak-anak, jalan yang sempit dan tidak terawat, kontrol Israel sepanjang jalan menuju Ramallah, dan yang terakhir adalah tentara Israel yang berdiri kurang dari 150 meter dari tempat kejadian namun tidak melakukan apa-apa.
Selain Miri, anak-anak lain yang berada di dalam bus juga menjadi korban. Abdullah Al-Hindi (5) serta empat anak lainnya tewas dalam kecelakaan tersebut. Sementara itu, adik Abdullah yaitu Ahmed Al-Hindi (4) harus dirawat di rumah sakit akibat trauma parah yang dialaminya.[2] Keterlambatan tenaga kesehatan menjadi salah satu faktor vital yang membuat perjalanan ini menjadi tragedi mengerikan bagi anak-anak. Pertahanan Sipil Palestina mengatakan mereka baru menerima telepon yang melaporkan kecelakaan tersebut 20 menit setelah kejadian. Untuk bisa menuju ke lokasi yang berada di area C, mereka juga harus meminta izin dari Otoritas Israel terlebih dahulu. Akibatnya, pihak yang banyak membantu dalam kecelakaan tersebut hanya para pemuda Palestina yang kebetulan berada di dekat lokasi dan mereka hanya menggunakan alat pemadam kebakaran seadanya.

Ahmed Al-Hindi
Sumber : https://www.theguardian.com/global-development/2012/jun/26/west-bank-route-60-palestinian-children
“Rute Berdarah” 60 hanyalah salah satu rute di antara banyak rute apartheid yang dibangun oleh Israel di sepanjang wilayah Palestina.
Dibangunnya rute-rute tersebut tidak lain adalah untuk terus memperluas Yahudinisasi yang mereka lakukan di Palestina. Dengan membangun rute-rute itu, Zionis menegaskan bahwa mereka telah mengambil alih jalan-jalan di Palestina untuk kepentingan mereka. Bagi mereka, penduduk Palestina sama sekali tidak memiliki hak atas apa pun, termasuk tanah yang mereka tinggali sejak lama. Arogansi telah menutup mata mereka dari kenyataan bahwa perbuatan mereka sudah sangat jauh melenceng dari sisi kemanusiaan.
Sumber :
https://www.ft.com/content/8ba729f6-141c-11e9-a581-4ff78404524e
https://www.theguardian.com/global-development/2012/jun/26/west-bank-route-60-palestinian-children
https://www.haaretz.com/opinion/.premium-how-a-west-bank-highway-s-roadsign-captures-the-israeli-psyche-1.6288737
https://www.btselem.org/download/200408_forbidden_roads_eng.pdf
https://www.breakingthesilence.org.il/inside/wp-content/uploads/2020/12/Highway-to-Annexation-Final.pdf
https://reliefweb.int/sites/reliefweb.int/files/resources/3C5546F17A8AD281C1257106004FC4FA-ocha-opt-24Jan.pdf
[1] Baca kisah lainnya dalam https://adararelief.com/mengaktifkan-potensi-ekonomi-gaza-adalah-kunci-stabilitas-politik/
[2] Baca kisah lainnya dalam https://adararelief.com/penyiksaan-psikologis-zionis-terhadap-anak-anak-palestina-di-jalur-gaza/






