• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

835 Tahun Setelah Shalahuddin Al-Ayyubi Membebaskan Al-Quds

by Adara Relief International
Oktober 2, 2022
in Artikel, Tema Populer
Reading Time: 12 mins read
0 0
0
835 Tahun Setelah Shalahuddin Al-Ayyubi Membebaskan Al-Quds
531
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Jumat, 2 Oktober 1187, merupakan hari yang bersejarah bagi penduduk Palestina. Ketika itu, umat Islam berbahagia atas keberhasilan membebaskan Al-Quds yang telah terbelenggu di bawah pasukan Salib selama 88 tahun. Perjuangan selama tiga bulan dalam Perang Hittin akhirnya membuahkan kemenangan yang manis. Seluruh pencapaian ini tidak terlepas dari peran panglima pasukan termasyhur, Shalahuddin Al-Ayyubi.

Abul Muzhaffar Yusuf bin Najmuddin Ayyub bin Syadzi lahir pada 523 H (1137 M) di Benteng Tirkit, sebuah kota tua di tepian Sungai Tingris. Shalahuddin yang artinya ‘Keadilan Agama’ merupakan gelar kehormatan yang diberikan kepadanya. Beliau merupakan keturunan suku Kurdi yang terhormat secara nasab dan klan. Ayahnya, Najmuddin Ayyub, merupakan penguasa Benteng Tirkit. Akan tetapi, ia kehilangan jabatannya tepat setelah lahirnya Shalahuddin akibat tindakan pamannya yang membunuh salah satu penjaga benteng.

Pada awalnya, kelahiran Shalahuddin dianggap membawa sial karena bertepatan dengan pengusiran Najmuddin Ayyub dari Tirkit. Najmuddin sempat memiliki niatan untuk membunuh Shalahuddin yang masih bayi, namun niat itu diurungkannya. Setelah meninggalkan Tirkit, Najmuddin tidak memiliki tempat tinggal sehingga memutuskan untuk berhenti sejenak di wilayah Mosul yang menjadi titik pertemuannya dengan Imaduddin Zanki, Sultan Mosul pada saat itu. Imaduddin Zanki menyambut baik kedatangan Najmuddin dan keluarganya karena pada masa lalu, Najmuddin pernah menolongnya dari kejaran tentara Baghdad.

Sebidang tanah dan tempat tinggal pun diberikan oleh Imaduddin Zanki kepada keluarga Najmuddin sebagai bentuk balas budi. Ia juga diberikan pekerjaan untuk membantu Imaduddin sebagai iqta’ atau pemimpin administratif. Pasca wafatnya Imaduddin, kekuasaan kemudian dialihkan ke putranya, yaitu Nuruddin Zanki. Di bawah kepemimpinan Nuruddin Zanki, Najmuddin kemudian diberikan jabatan sebagai penguasa wilayah Baalbek.

Shalahuddin mendapatkan pendidikan yang baik sejak kecil. Ia belajar ilmu agama di Baalbek, kemudian beberapa tahun setelahnya, pindah ke Damaskus mengikuti ayahnya. Di Damaskus, pendidikan yang diperoleh Shalahuddin disetarakan dengan anak raja dan bangsawan. Ia diajarkan membaca, menulis, menghafal Al-Quran, ilmu fikih, kaidah bahasa Arab (nahwu), dan sastra. Selain ilmu agama, ia juga belajar strategi perang seperti melempar tombak, menunggang kuda, dan berburu. Hal-hal yang didapatkan Shalahuddin sejak kecil inilah yang membentuk kepribadiannya hingga bisa menjadi panglima yang hebat pada masa mendatang.

Ketika perang Salib pecah dan pasukan Salib berhasil mengambil alih wilayah Al-Quds, mereka membunuh sebanyak 70.000 penduduk muslim, termasuk anak-anak. Pembantaian yang dilakukan pasukan Salib terhadap umat Islam tentunya menimbulkan perlawanan, termasuk dari Shalahuddin. Dengan gagah berani, setiap pertempuran ia ikuti demi membebaskan tanah suci Al-Quds. Hingga akhirnya, perjuangan selama bertahun-tahun terbayarkan pada 2 Oktober 1187, hari ketika Al-Quds berhasil ditaklukkan di bawah kepemimpinan Shalahuddin.

Tidak seperti pasukan Salib yang memasuki Al-Quds dengan menebar ketakutan, Shalahuddin memasuki Al-Quds dengan damai, bahkan juga melindungi pemeluk agama lain. Tidak ada penjajahan, apalagi pembantaian yang dilakukan oleh Shalahuddin. Ia justru melakukan pembaharuan di berbagai bidang. Hal pertama yang dilakukannya adalah memperbaiki akidah dan pendidikan dengan membangun masjid, madrasah, dan universitas. Mengenyam pendidikan yang baik sejak kecil membuat Shalahuddin menyadari pentingnya pendidikan demi kemajuan suatu bangsa. Setelah fondasi dasar sudah tegak, barulah Shalahuddin memperbaiki bidang lainnya, seperti ekonomi dan pembangunan.

Sejak ratusan tahun yang lalu, Al-Quds berada di bawah pemerintahan Islam dan mengalami kemajuan pesat di bawah pimpinan Shalahuddin Al-Ayyubi. Akan tetapi, kenyataan yang terjadi sekarang, Al-Quds kembali jatuh ke bawah belenggu penjajahan. Masjid Al-Aqsa yang suci bahkan dengan lancang dimasuki oleh para pemukim Yahudi yang melakukan ibadah talmudic dengan suara yang dinyaringkan. Rumah-rumah penduduk dihancurkan,[1] perempuan dan anak-anak ditangkap tanpa alasan,[2] jiwa-jiwa tak berdosa dibantai tanpa perasaan.[3] Jika digambarkan, sepertinya puisi karya Helvy Tiana Rosa berikut cukup mewakili apa yang kini terjadi di Al-Quds dan Palestina.

 

Kabar apakah yang sampai padamu tentang Palestina?

Apakah sampai padamu berita

tentang rumahrumah yang dihancurkan

tanahtanah meratap berpindah tuan,

bahkan manusia yang dibuldoser?

 

Apakah sampai padamu berita

tentang airmata yang tumpah

dan menjelma minuman sehari-hari

tentang jadwal makan yang hanya sehari sekali

atau listrik yang menyala cuma empat jam sehari?

 

Apakah sampai padamu

berita tentang kanak-kanak yang tak lagi berbapak

tentang ibu mereka yang diperkosa atau diseret ke penjara?

Para balita yang menggenggam batu

dengan dua tangan mungil mereka

menghadang tentara Zionis Israel

lalu tangan kaki mereka disayat dan dibuntungi

 

Apakah sampai padamu berita tentang Masjidil Aqsha

di halamannya menggenang darah

dan tubuh–tubuh yang terbongkar

Peluru yang berhamburan di udara

menyanyikan lagu kematian menyayat nadi

kekejaman yang melebihi fiksi

dan semua film yang pernah kau tonton

di bioskop dan televisi

Kebiadaban yang mahanazi

 

Akan tetapi, penduduk Palestina mewarisi semangat Shalahuddin. Dibantai sekali, mereka akan melawan ribuan kali. Semangat untuk merebut kembali Al-Quds tak pernah padam, tak akan sedikit pun berkurang. Pada 11 September lalu, program “Knights of Dawn” diluncurkan di Palestina. Program ini diikuti oleh anak-anak usia 10 hingga 15 tahun yang berkomitmen untuk sholat lima waktu berjamaah di masjid. Selain itu, mereka juga dibiasakan untuk zikir pagi dan sore, menghafal dan menafsirkan surat-surat pendek, berkhotbah, serta mempelajari fikih, seperti fikih wudu dan salat.

Abu Athra selaku pengawas program ini mengatakan, “Lebih dari 200 siswa berpartisipasi dalam program ini dan diawasi oleh 15 pengawas berpengalaman, serta didukung para dermawan dan keluarga masjid. Tujuan dari program ini adalah untuk menghasilkan generasi dengan pendidikan Islam yang lurus, memelihara salat berjamaah di masjid, tumbuh dengan Al-Qur’an, dan bergerak kuat dan mantap menuju masjid. Ini adalah jalan membebaskan Al-Quds dan wilayah yang diduduki.”

Kalimat Abu Athra tersebut menyiratkan harapan, bahwa suatu hari nanti akan lahir generasi Shalahuddin Al-Ayyubi yang kembali membebaskan Al-Quds. Kelahiran generasi tersebut harus diperjuangkan, sebagaimana ayah Shalahuddin berjuang memberikan pendidikan yang baik pada putranya sejak kecil. Ketika generasi tersebut sudah lahir, maka dapat dipastikan Al-Quds dan Palestina akan kembali ke tangan umat Islam. Seperti 834 tahun yang lalu, ketakutan akan berubah menjadi kebahagiaan, penjajahan akan ditumpas dengan kedamaian, sebagaimana Shalahuddin berhasil membebaskan Al-Quds di bawah komandonya.

 

Salsabila Safitri

Penulis merupakan anggota Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita anak dan perempuan Palestina. Ia sedang menyelesaikan pendidikan strata 1 di Sastra Arab, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

[1] Selengkapnya di https://adararelief.com/perang-senyap-silent-war-di-al-quds-timur-palestina/

[2] Selengkapnya di https://adararelief.com/kekerasan-terhadap-tawanan-perempuan-palestina-part-1/

[3] Selengkapnya di https://adararelief.com/zionis-mencetak-prestasi-dengan-membunuh-77-anak-dalam-setahun/

Sumber :

https://felesteen.news/post/93916/فرسان–الفجر–ووجوه–مسفرة–مشاريع–قرآنية–نحو–تحرير–القدس

Baca Juga

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

https://www.republika.co.id/berita/pkyfk7313/ketika-salahudin-membebaskan-yerusalem-part4

https://spiritofaqsa.or.id/sejarah-hari-ini-shalahuddin-al-ayyubi-bebaskan-baitul-maqdis.html

https://palestineupdate.com/sejarah-palestina-pembebasan-alaqsha-oleh-sang-saladin/ :

Etmaja, Andria Tri. 2008. Arti Penting Kota Yerusalem bagi Umat Islam. Yogyakarta : UIN           Sunan Kalijaga. Diakses dari                  https://digilib.uinsuka.ac.id/id/eprint/2508/1/BAB%20I,V,%20DAFTAR%20PUSTAKA.         pdf

Lestari, Eka Puji. 2020. Strategi Shalahuddin Al-Ayyubi dalam mengambil Alih Yerusalem              1187-1192 M. Surabaya : UIN Sunan Ampel. Diakses dari                                                               http://digilib.uinsby.ac.id/47077/2/Eka%20Puji%20Lestari_A92216119.pdf

Tags: Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Korban Tewas Longsor Tambang Emas Kotabaru Jadi 6 Orang, 5 Lainnya Masih Belum Ditemukan

Next Post

Tentang Rayyan yang Jantungnya Berhenti Berdetak dan Nasib Anak-Anak Palestina di Bawah Penjajahan

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

by Adara Relief International
Januari 14, 2026
0
23

Jika aku meninggal, aku ingin kematian yang menggemparkan Aku tidak ingin hanya menjadi berita utama,  atau sekadar angka dalam sebuah...

Read moreDetails
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
86
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Pemusnahan Umat Kristen: Bentuk Pembersihan Etnis Zionis yang Tak Pandang Bulu

Januari 7, 2026
30
Tawanan Palestina di penjara Sde Teiman (The Guardian)

Dari Tashrifeh Hingga Pembantaian: Penjara Israel Menjelma Neraka Bagi Tawanan Palestina

Desember 15, 2025
57
Seorang ibu di Gaza menunjukkan foto anaknya sebelum kakinya diamputasi karena serangan Israel (The New Arab)

“Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

Desember 5, 2025
59
Next Post
Ketakutan Dikejar Tentara Israel, Anak Palestina Jatuh Hingga Tewas

Tentang Rayyan yang Jantungnya Berhenti Berdetak dan Nasib Anak-Anak Palestina di Bawah Penjajahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630