• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

“Thobe”, Simbol Perjuangan dan Nasionalisme yang Terbalutkan dalam Sebuah Pakaian Khas Palestina

by Adara Relief International
Oktober 7, 2021
in Artikel, Seni Budaya
Reading Time: 4 mins read
0 0
1
“Thobe”, Simbol Perjuangan dan Nasionalisme yang Terbalutkan dalam Sebuah Pakaian Khas Palestina

Photo from palestineinabox.com

853
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Di tengah gempuran bom dan berbagai serangan lainnya, terdapat suatu keindahan yang tertutupi dari negeri bernama Palestina. Layaknya bangsa lain di dunia, Palestina juga memiliki berbagai kebudayaan yang diturunkan secara turun temurun. Kebudayaan yang ada merupakan manifestasi dari nilai-nilai yang hadir dalam sebuah masyarakat, salah satunya pakaian khas Palestina. Pakaian khas Palestina menunjukkan bagaimana pakaian tersebut dapat mengkomunikasikan identitas umum Palestina secara tepat dalam merepresentasikan kekhasan wilayahnya, dan bahkan secara khusus (sebelum tahun 1948) merujuk pada desa setempat. Dalam situasi geopolitik saat ini, beberapa desa pertama di Palestina dapat diidentifikasi dengan perangkat pakaian yang memiliki rajutan tertentu, yaitu pakaian yang dipakai sampai hari ini oleh orang-orang Palestina dan ditampilkan dalam pameran, museum, ataupun koleksi fotografi (Guindi, 2005).

Di tengah konflik yang masih terus terjadi, pakaian khas Palestina berperan dalam menjaga geografi dan perbatasan wilayah yang tidak stabil, yaitu dengan mengkomunikasikan pesan tentang identitas dan memberikan peran pelembagaan kenangan bagi sebuah kelompok. Hal ini dapat dilihat dari kegiatan perayaan yang dilakukan oleh orang Arab-Amerika di Los Angeles. Ketika pria dan wanita asal Palestina, khususnya imigran yang berusia lanjut, terkadang mengenakan perangkat pakaian tradisional untuk mengkomunikasikan kesatuan meraka sebagai umat dan asal usul mereka dari sebuah wilayah di Palestina. Bahkan lebih lanjut, dalam berbagai kajian Eicher, pendekatan nonevolusioner dimunculkan untuk mengubah subjek pakaian dari pertanyaan tentang asal-usul dan fungsi awal pakaian menjadi penegasan sosiokultural dan komprehensif (Guindi, 2005).

Baca Juga

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Thobe merupakan pakaian adat wanita Palestina yang didalamnya terkandung simbol perjuangan secara tidak langsung untuk negeri Palestina. Thobe mempunyai ciri khas dengan sulaman warna-warni yang kompleks dan seluruhnya dibuat menggunakan tangan, yang dimana dalam pembuatannya memerlukan waktu selama berbulan-bulan. Hal inilah yang menyebabkan beberapa pakaian Thobe dapat terjual dengan harga ribuan dolar.

Thobe yang kaya akan hiasan dan dekorasi mewah menyimpan makna sebagai penanda tonggak sejarah disetiap tahapan dalam kehidupan perempuan, yaitu pada masa awal pubertas, pernikahan, dan menjadi seorang ibu. Desain pakaian Thobe mempunyai perbedaan variasi di setiap desa, tergantung dari ciri khas desa yang membuatnya. Jahitan tiga dimensi pada pakaian Thobe mempunyai ciri khusus untuk kelas atas Betlehem, sedangkan ciri khusus dengan kantong besar untuk wanita Badawi nomaden, dan motif cabang oranye untuk kota Jaffa yang terkenal dengan kebun buahnya. Selain itu, pola warna pada pakaian Thobe memberikan ungkapan posisi sosial perempuan yang berbeda-beda, seperti merah untuk pengantin, biru untuk janda, sedangkan biru dengan jahitan warna-warni untuk janda yang mempertimbangkan untuk menikah lagi setelah suaminya meninggal.

Sejarah pembuatan Thobe dimulai pada awal abad ke-19, ketika kerajinan sulam hanya dilakukan di desa-desa. Dahulu pembuatan Thobe dilakukan oleh para petani wanita di kala senggang. Pada zaman dahulu wanita Arab di seluruh wilayah Timur Tengah telah mengenakan pakaian buatan tangan selama berabad-abad, salah satunya Thobe yang mengambil karakter khas dari Palestina, terutama sejak berdirinya Israel pada tahun 1948 atau sering disebut dengan peristiwa Nakba (Malapetaka).

Pada masa peristiwa Nakba, ratusan ribu warga Palestina diusir dari rumah mereka selama perang dan kebanyakan dari warga hanya membawa pakaian bersama mereka. Sejak saat itu, Thobe dipandang sebagai salah satu cara untuk melindungi kebudayaan Palestina. Di dalam menghadapi perampasan budaya oleh Israel, membordir menjadi salah satu tugas yang mendesak bagi warga Palestina. Selama beberapa dekade konflik yang telah merenggut ribuan nyawa di kedua negara tersebut (Palestina dan Israel), nasionalisme Palestina telah mengalami banyak perkembangan dalam bentuk cara. Sepanjang Israel menyerang Palestina, Thobe menjadi semakin populer dan berevolusi dengan desain gaun yang mencerminkan banyak drama sejarah perjuangan. Hal ini dapat terlihat dari representasi desain pada Thobe yang merefleksikan banyak peristiwa dalam sejarah Palestina. Salah satu representasi tersebut tergambar pada Thobe yang dihiasi dengan sulaman senjata api, merpati, dan bunga-bunga untuk menggambarkan masa gerakan intifada Palestina yang pertama pada tahun 1980-an (Izzah, 2019).

Wanita Palestina dari seluruh kalangan sosial menggunakan Thobe untuk menunjukkan dukungan dan rasa cinta mereka terhadap negaranya. Perempuan muda Palestina saat ini banyak mengadaptasi pakaian leluhur Thobe dengan nuansa modern. Desain gambar digital yang mereplikasi jahitan-jahitan tradisional pada Thobe mampu menyambungkan sebuah nilai tradisi dengan hal yang baru dan lebih bergaya, tanpa meninggalkan ciri khas dan makna yang terkandung didalamnya, sehingga mampu menjadi ikon pakaian penghubung di masa lalu dan masa depan. Bagi perempuan Palestina yang lahir di luar negeri dan para pengungsi yang dilarang mengunjungi tanah leluhur mereka (wilayah yang sekarang menjadi Israel), Thobe menjadi bukti nyata bagi mereka untuk memelihara ikatan nasionalisme terhadap tanah air dan menjadi cara mereka dalam memelihara budaya negaranya. Namun karena kerumitan cara ataupun keahlian dalam merawat, Thobe tidak bisa menjadi pakaian sehari-hari atau bahkan menjadi pakaian untuk unjuk rasa, sehingga biasanya akan dipakai dalam berbagai peristiwa penting bagi warga Palestina.

Thobe modern karya Natalie Tahhan, seorang desainer yang tinggal di timur Yerusalem, pertama kali diperkenalkan dikancah internasional oleh Rashida Tlaib, perempuan Palestina-Amerika. Rashida Tlaib yang terpilih sebagai anggota kongres dari Partai Demokrat mewakili Michigan, memberikan unjuk budaya dalam penampilannya mengenakan Thobe. Thobe yang dipakai Tlaib, memberikan semangat baru bagi warga Palestina sebagai bentuk rasa bangga terhadap identitas nasional. Selain itu, terangkatnya nilai Thobe dikancah internasional juga memperlihatkan visualisasi gambar yang indah tentang Palestina ketika biasanya media hanya menggambarkan peperangan antara Palestina dan Israel.

Dari paparan di atas dapat diketahui bahwa meskipun Palestina sangat identik dengan konflik yang tidak berkesudahan, namun hal tersebut tidak menyurutkan nasionalisme warga Palestina untuk menjaga kebudayaan mereka. Warga Palestina dengan semangat dan daya juang yang sangat tinggi terbalut indah dalam representasi pakaian Thobe. Hal ini karena sebelum masa pendudukan Israel, Thobe yang bersejarah memunculkan cita-cita Palestina yang murni dan tak tersentuh. Desain mewah dan sulaman indah yang terlukis dalam pakaian Thobe, memberikan visualisasi kepada dunia bahwa perjuangan warga Palestina dan kecintaan mereka terhadap negaranya akan selalu terpelihara sepanjang masa.

Penulis: Siti Zamzawiyah

 

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Dibalik Gempur Senjata: Penyelamatan Pakaian Tradisional Sebagai Identitas Palestina

Next Post

Thobe: Pakaian Tradisional Palestina yang Kaya Makna

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
21

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
18
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
20
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Thobe: Pakaian Tradisional Palestina yang Kaya Makna

Thobe: Pakaian Tradisional Palestina yang Kaya Makna

Comments 1

  1. berita nasional terkini says:
    4 tahun ago

    saya sangat percaya tidak hanya saya yang makin bertambah pandangannya, pihak lain juga pastilah semakin bertambah pemahamannya sehabis membaca artikel ini, mudah-mudahan artikel ini dapat mengalami perkembangan lebih bagus kembali, dan bisa menimbulkan inspirasi banyak orang-orang

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630