Organisasi hak asasi manusia Palestina, Addameer, mengatakan pada Senin (6/3) dalam rangka Hari Perempuan Internasional (IWD), yang jatuh setiap tahun pada tanggal 8 Maret, bahwa ada 29 perempuan tawanan Palestina yang saat ini ditawan di penjara Israel dalam kondisi yang memprihatinkan dan menjadi korban kebijakan sistematis kelalaian medis.
Organisasi hak asasi manusia, dalam sebuah pernyataan pers, mengatakan bahwa di antara 29 tawanan, 13 tawanan telah menerima hukuman yang berbeda-beda. Hukuman yang tertinggi dijatuhkan terhadap dua remaja berusia 16 tahun. Mereka menambahkan bahwa tujuh tawanan ditawan dalam kondisi terluka, dan 15 tawanan menderita berbagai masalah kesehatan. Selain itu, 6 tawanan telah berstatus sebagai ibu, juga ada dua anak di bawah umur, dan seorang tawanan yang ditempatkan di bawah penahanan administratif tanpa dakwaan atau persidangan.
Organisasi Addameer mengatakan bahwa 15 perempuan tawanan masih ditawan di bawah penahanan pra-persidangan dan sedang menunggu persidangan mereka di pengadilan Israel yang tidak memiliki jaminan atas pengadilan yang adil.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








