Sekitar 17.000 anak-anak Palestina terbunuh selama agresi Israel sejak Oktober 2023, berdasarkan kesaksian otoritas lokal pada Ahad (29/9).
“Sekitar 25,973 anak-anak Palestina hidup di Gaza tanpa satu atau kedua orang tua karena agresi Israel,” kata Ismail Al-Thawabta, Kepa Kantor Media Gaza kepada Anadolu.
Ia mengatakan bahwa setidaknya 16,859 anak-anak, termasuk 171 balita telah dibunuh sejak 7 Oktober 2023.
Dana Anak-anak PBB (UNICEF) telah berulang kali memperingatkan bahwa anak-anak Gaza menghadapi keadaan horor yang tidak dapat dibayangkan di bawah agresi israel yang tiada henti.
Pada 16 September, Kementerian Kesehatan Gaza merilis dokumen setebal 649 halaman yang memuat nama-nama korban di Gaza. Dokumen tersebut menyoroti tingginya jumlah korban jiwa, terutama di kalangan anak-anak di bawah 18 tahun, yakni sebanyak 11.355 anak dilaporkan wafat.
Philippe Lazzarini, kepala UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina, memperingatkan tentang banyaknya korban jiwa di antara anak-anak. “Jumlah anak-anak yang dilaporkan tewas di Gaza lebih tinggi daripada jumlah anak-anak yang tewas dalam empat tahun perang di seluruh dunia jika digabungkan. Perang ini adalah perang terhadap anak-anak,” tegas Lazzarini. “Ini adalah perang terhadap masa kecil dan masa depan mereka.”
Israel terus melancarkan serangan brutalnya di Jalur Gaza meskipun ada resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata segera. Hampir 41.600 orang terbunuh sejak itu, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 96.200 lainnya terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Serangan Israel telah menyebabkan hampir seluruh penduduk wilayah tersebut mengungsi di tengah blokade yang terus berlanjut yang mengakibatkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








