Gaza kembali diserang. Pasukan Zionis Israel melepaskan tembakan dan gas air mata ke warga Palestina di Gaza pada Sabtu (21/8). Mereka menembaki warga yang melakukan unjuk rasa untuk mengingat kembali peristiwa pembakaran Masjid Al-Aqsha 52 tahun yang lalu. Serangan ini mengakibatkan 24 orang terluka, di antaranya terdapat satu jurnalis dan sepuluh anak-anak. Seorang anak 13 tahun dilaporkan ditembak di bagian kepala.
Malam harinya, pesawat tempur dan drone Israel terbang rendah di langit kota Gaza. Menjelang waktu subuh, Israel menembakkan serangan udara ke Gaza ketika orang-orang terlelap. Mengenai serangan ini, Perdana Menteri Israel Naftali Bennet berkomentar, “Peristiwa yang terjadi di selatan berbahaya dan kami tidak akan menerima pelanggaran atas kedaulatan kami.”
Baca juga: Peringati Peristiwa Pembakaran Masjid Al Aqsa, Anak-Anak Gaza Ditembaki
Pernyataan ini berkaitan dengan tertembaknya seorang penembak jitu Zionis Israel oleh warga Palestina. Sebelumnya, penembak jitu Israel tersebut menembaki empat pemuda Palestina hingga tewas pada Senin (16/8). Serangan balik pun ditembakkan oleh warga Palestina hingga mengenai seorang penembak jitu Israel. Penembak jitu Israel tersebut mengalami kritis dan Israel merencanakan balas dendam atas kejadian tersebut.
Setelah serangan pada hari Sabtu, Israel mengerahkan pasukan untuk menembaki para warga yang melakukan unjuk rasa pada Minggu (22/8) pagi. Sebanyak 40 orang luka-luka karena tertembak akibat serangan ini, termasuk anak-anak dan tenaga medis.

Serangan ini merupakan kabar duka bagi seluruh dunia, terutama Indonesia. Adara Relief International menyatakan sikapnya terhadap penyerangan ini melalui pernyataan yang disampaikan oleh CEO Adara yaitu Ibu Sri Vira Chandra. “Belum pulih recovery, Gaza kembali diserang. Bagi kita ini adalah bukti kekejaman teroris Israel dan tantangan bagi hati nurani kita. Doa dan bantuan kemanusiaan harus terus kita kuatkan. Tasyakur terhadap kemerdekaan Indonesia di bulan ini sebaiknya dikuatkan dengan gaung lebih keras terhadap kemerdekaan Palestina yang membutuhkan keberanian dan konsistensi sikap seluruh stakeholders bangsa untuk terus menjunjung sakralnya nilai perikemanusiaan dan perikeadilan.” Demikian pernyataan Ibu Sri Vira Chandra yang disampaikan pada Minggu (22/8) pagi.
Sumber:
Link 1 / Link 2/ Link 3 / Link 4 / Link 5 / Link 6
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







