Sebuah kelompok Yahudi di Jerman telah mengajukan tuntutan pidana terhadap Perdana Menteri Israel Yair Lapid dan Menteri Pertahanan Benny Gantz atas kejahatan perang selama serangan 11 hari pada Mei 2021 di Jalur Gaza. “Kami, Suara Yahudi untuk Perdamaian yang Adil di Timur Tengah (JVJP), mengajukan tuntutan pidana terhadap Perdana Menteri Israel Yair Lapid dan Menteri Pertahanan Benny Gantz. Kami juga menuntut diprosesnya kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di bawah kepemimpinan mereka di Jalur Gaza pada Agustus tahun ini,” kata JVJP. Kelompok itu menolak klaim Israel bahwa serangan itu–Breaking Dawn Operation–dilakukan untuk membela diri.
“Ini adalah serangan yang seharusnya dilakukan tanpa ancaman nyata,” kata JVJP. “Di depan umum, serangan berlebihan ini sebagian besar digambarkan sebagai pembelaan diri terhadap kelompok Islam Palestina tertentu, yang sebenarnya hanya menembakkan roket sebagai tanggapan atas pengeboman yang dilakukan Israel.” Bahkan jika tuduhan itu benar, tidak akan ada pembenaran untuk skala penderitaan dan kehancuran sipil seperti itu.” Menolak klaim negara pendudukan lebih lanjut, kelompok itu melanjutkan dengan mengatakan, “Berkat keterlibatan internasional, termasuk Jerman, Israel memiliki teknologi senjata paling modern yang selalu tersedia dan tentu saja mampu melakukan serangan yang tepat. Banyak korban sipil menjadi target serangan dengan dalih untuk melenyapkan beberapa pejuang. Tentu hasil akhirnya adalah pembantaian yang disengaja.”
Mengutip Michelle Bachelet, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, JVJP mengatakan bahwa dilarang melancarkan serangan yang diperkirakan akan secara tidak sengaja membunuh atau melukai warga sipil atau merusak objek sipil dengan cara yang tidak proporsional.
Kelompok itu mengatakan bahwa mereka menuntut “konsekuensi untuk dua orang yang paling bertanggung jawab atas penderitaan ini”. Mereka menunjukkan bahwa Benny Gantz saat ini melepas tanggung jawab atas perannya dalam serangan Israel terhadap Gaza pada 2014. Gantz adalah Kepala Staf selama enam minggu operasi dan bertanggung jawab atas kehancuran skala besar yang disebabkan oleh Operation Protective Edge. Ketika itu, setidaknya 1.500 warga sipil Palestina dibunuh oleh Israel, termasuk 500 anak-anak. Selama kampanye Pemilihan Umum 2019 di Israel, Gantz membual telah “mengebom Gaza dan mengembalikan situasinya seperti masa Abad Pertengahan.”
JVJP bersikeras bahwa semua penjahat perang harus diperlakukan dengan cara yang sama, termasuk orang Israel. “Sebagai organisasi Yahudi, kami membela hak asasi manusia universal. Seperti banyak organisasi Yahudi di seluruh dunia, kami bersikeras bahwa Israel tidak mewakili orang Yahudi atau berbicara atas nama kami. Israel harus bertanggung jawab atas kejahatan perang seperti negara lain.”
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








