Jalur Gaza tengah menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terburuk dalam sejarahnya, dengan situasi yang semakin memburuk setiap harinya. UNICEF melaporkan bahwa 2.500 anak di Gaza memerlukan evakuasi medis mendesak. Menurut Juru Bicara UNICEF, Kazem Abu Khalaf, “situasi di Gaza utara sangat sulit dan tragis, serta terus memburuk”. Sebanyak 30% anak-anak mengalami malnutrisi akut. Selain itu, 95% sekolah yang menjadi tempat pengungsian telah hancur total, menambah penderitaan masyarakat Gaza.
Badan PBB lainnya, UNRWA, mengungkapkan bahwa lebih dari 550.000 perempuan di Gaza menghadapi kelaparan akut. Dari jumlah tersebut, lebih dari 15.000 perempuan hamil berada di ambang kelaparan. Diperkirakan ada 50.000 perempuan hamil di Gaza, dengan 4.000 kelahiran akan terjadi bulan depan. Namun, keterbatasan bantuan, ditambah dengan hujan lebat, memperburuk situasi.
Di sisi lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa sistem kesehatan di Gaza telah “runtuh sepenuhnya”. Lebih dari 14.000 orang terluka memerlukan evakuasi medis. WHO juga menyoroti bahwa tidak ada lagi fasilitas yang mampu memberikan perawatan medis khusus bagi pasien.
Selain itu, tahun 2024 telah tercatat sebagai tahun paling mematikan bagi pekerja kemanusiaan, dengan 281 dari mereka kehilangan nyawa, mayoritas adalah staf UNRWA di Gaza.
Krisis ini diperparah oleh serangan militer Israel yang dimulai pada 7 Oktober 2023 dan didukung sepenuhnya oleh Amerika Serikat. Serangan ini telah menyebabkan lebih dari 149.000 korban jiwa dan luka-luka, mayoritas anak-anak dan perempuan, serta lebih dari 10.000 orang dinyatakan hilang. Kerusakan besar-besaran, kelaparan, dan kehancuran infrastruktur telah mengakibatkan penderitaan yang luar biasa, termasuk kematian puluhan anak-anak dan lansia.
Situasi ini tidak hanya menjadi bencana kemanusiaan bagi Gaza tetapi juga menjadi pengingat global akan perlunya solusi segera dan komitmen dunia untuk melindungi kehidupan warga sipil serta menjamin akses bantuan kemanusiaan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








