Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa (12/8) mendesak Israel untuk mengizinkan pengisian kembali stok medis sebelum menguasai Kota Gaza, guna menghadapi situasi kesehatan yang disebut “katastrofik”.
Perwakilan WHO di Wilayah Palestina, Rik Peeperkorn, mengungkapkan bahwa 52% obat-obatan dan 68% perbekalan medis telah habis stok. Sementara itu, hanya 50% rumah sakit dan 38% pusat layanan kesehatan primer yang masih beroperasi, sebagian besar dengan fungsi terbatas. Akibatnya, tingkat keterisian tempat tidur mencapai 240% di RS al-Shifa dan 300% di RS al-Ahli di Gaza utara.
WHO mencatat bahwa kelaparan dan malnutrisi terus meluas. Per 5 Agustus 2025, sedikitnya 148 orang terbunuh akibat malnutrisi, dengan rincian 98 orang dewasa dan 49 anak, termasuk 39 balita. Pada Juli, hampir 12.000 anak di bawah lima tahun mengalami malnutrisi akut. Sebanyak 2.562 dari jumlah tersebut menderita malnutrisi akut parah dan 40 anak harus dirawat di pusat stabilisasi.
Peeperkorn menambahkan, korban terbunuh saat mencoba mendapatkan bantuan pangan sejak 27 Mei telah mencapai 1.655 orang dan lebih dari 11.800 orang terluka. WHO menilai bantuan yang masuk masih jauh di bawah kebutuhan akibat prosedur rumit dan pembatasan ketat Israel, yang juga sangat membatasi pasokan makanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar.
Sumber:
https://www.middleeasteye.net/live-blog/live-blog-update/who-says-12000-children-suffering-acute-malnutrition-gaza-more-fifth?nid=425676&topic=Israel%2527s%2520war%2520on%2520Gaza&fid=547125
https://www.aa.com.tr/en/middle-east/who-says-148-palestinians-died-from-malnutrition-in-gaza-due-to-israeli-aid-blockade/3657434







