Program Pangan Dunia (WFP) PBB pada Selasa (29/10) menyerukan tindakan segera untuk mencegah kelaparan di Jalur Gaza dan memperingatkan bahwa krisis kemanusiaan di sana dapat segera memburuk di tengah pembatasan ketat aliran bantuan, lapor Reuters.
“Saat ini, seiring dengan terus memburuknya situasi di Gaza utara, kelompok yang terdampak kelaparan akan meningkat kecuali jika kondisi di lapangan membaik,” kata WFP, badan pangan PBB tersebut.
Skenario mengkhawatirkan ini didukung oleh temuan kelaparan terbaru dari para ahli (Integrated Food Security Phase Classification – IPC), yang memproyeksikan bahwa pada bulan November, lebih dari 90 persen populasi Gaza akan menghadapi kerawanan pangan parah. Sebagian besar dari mereka akan mengalami kelaparan darurat, sementara yang lainnya bisa menghadapi kerawanan pangan “katastrofik” — tingkat kelaparan tertinggi.
WFP menyatakan bahwa mereka memiliki sekitar 94.000 ton makanan di Mesir dan Yordania yang dapat memberi makan 1 juta orang selama empat bulan, tetapi mereka tidak dapat membawanya ke Gaza karena terlalu sedikit titik masuk yang terbuka dan yang lain tidak cukup aman.
Sejak Israel menguasai Perlintasan Rafah dengan Mesir pada Mei – beberapa bulan setelah memulai ofensifnya di Gaza – semua rute masuk ke Gaza dikendalikan oleh Israel.
“Pembatasan bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza sangat ketat,” kata WFP, seraya menambahkan bahwa hanya 5.000 ton yang telah masuk ke Jalur Gaza bulan ini.
Pembatasan lain yang perlu diatasi untuk meningkatkan aliran bantuan di Gaza adalah persetujuan terhadap truk dan pengemudi truk yang dapat memasuki Gaza, serta penundaan di pos pemeriksaan, kata WFP.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








