Cacingan masih termasuk penyakit yang diabaikan karena dianggap tidak menyebabkan kematian langsung, padahal sangat berdampak besar dalam menurunkan kualitas hidup, terlebih jika sudah banyak orang mengalaminya secara kronis, berulang, maka akan menurunkan kualitas suatu negara. Penyakit cacingan umumnya lebih banyak dialami di negara dengan iklim tropis. Gejalanya dapat tidak terlihat apabila cacing yang masuk ke dalam tubuh masih sedikit. Sebaliknya, jika sudah banyak, akan mulai muncul gejala yang dirasakan penderita.
Dokter Ayodhia Pitaloka Pasaribu, anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mengatakan bahwa cacingan bisa menghambat perkembangan fisik dan menyebabkan defisit kebutuhan zat gizi. Tubuh penderitanya sama-sama berkompetisi dengan cacing untuk menyerap kalori dan protein. Menurut data tahun 2015 dari Kementerian Kesehatan RI, penyakit cacingan memang masih menjadi masalah kesehatan yang utama dengan kejadian mencapai 28,12%. Mirisnya, jumlah ini masih belum dapat mewakili banyak daerah di Indonesia yang berpotensi mencapai angka lebih dari 50%. Jika dibiarkan, infeksi cacing berulang pada anak bisa berujung pada kegagalan pertumbuhan atau stunting.
Ada berbagai risiko kesehatan yang menyertai saat anak cacingan. Salah satunya gangguan pertumbuhan yang menyebabkan tubuh anak lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya, ini disebut stunting. Menurut Public Library of Science, ada dua macam dampak yang ditimbulkan dari cacingan yang menyerang anak-anak, yakni anemia dan stunting. Penyebab anemia di antaranya karena kekurangan zat gizi mikro seperti zat besi, folat, dan vitamin B12.
Sementara pada stunting, masalah mulai ketika cacing menyerap nutrisi pada tubuh anak. Hal ini akan menyebabkan nafsu makan anak menurun, sehingga lama kelamaan anak mungkin saja mengalami masalah kekurangan gizi. Jika masalah gizi ini tidak ditangani dengan segera, maka pertumbuhan fisik anak bisa terpengaruh. Inilah yang akhirnya jadi penyebab stunting.
Dokter Ayodhia mengatakan cara mengenali cacingan pada anak, bisa dilakukan dengan melihat beberapa faktor risiko sebagai berikut:
- Apakah anak sering bermain di halaman dan kontak dengan tanah?
- Apakah ada keluhan sering sakit perut, seperti mual, muntah kemudian terlihat pucat?
- Apabila anak sesak napas dan sudah disertai gejala pencernaan sebelumnya, maka bisa melanjutkan pemeriksaan feses.
Adapun beberapa gejala yang mungkin ditimbulkan saat anak terinfeksi cacing, yakni mual, lemah, nafsu makan hilang, diare, nyeri perut, pusing, serta penurunan berat badan dan penyerapan nutrisi dari makanan bermasalah
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








