Penduduk Palestina di lingkungan Sheikh Jarrah Yerusalem pada Rabu (14/12) lakukan protes menentang hukuman penjara bagi penduduk yang mempertahankan rumah mereka dari pemukim ilegal pada Mei tahun lalu, Wafa melaporkan. Protes berlangsung di depan Pengadilan Distrik Israel. Para pengunjuk rasa membawa spanduk yang mengutuk hukuman tidak adil oleh pengadilan Israel. Seorang warga yang ikut dalam protes tersebut mengatakan bahwa putranya yang berusia 19 tahun, Bilal Jabari, ditawan Israel sejak setahun yang lalu karena melawan para pemukim yang menyerang rumah-rumah di Sheikh Jarrah. Dia menghadapi hukuman selama delapan tahun.
Tahun lalu, ancaman pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah memicu kekerasan selama berminggu-minggu, yang berpuncak pada serangan brutal Israel selama 11 hari di Jalur Gaza. Serangan menewaskan 230 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak. Pengacara Palestina telah bekerja selama bertahun-tahun untuk memastikan bahwa warga Sheikh Jarrah tidak diusir dari rumah mereka. Namun, penduduk di lingkungan itu hidup di bawah ancaman penggusuran paksa dan penghancuran rumah yang terus-menerus. Mereka juga menghadapi provokasi dari para pemukim Yahudi.
Semua permukiman dan pemukim Israel adalah ilegal menurut hukum internasional. Dewan Keamanan PBB mengutuk kegiatan permukiman Israel di wilayah pendudukan dalam beberapa resolusi. Pada 28 September, Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Tor Wennesland mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa “kami melihat sedikit kemajuan” dalam penerapan Resolusi PBB 2016 yang menyerukan penghentian segera pembangunan permukiman ilegal di Palestina.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








