Sejumlah keluarga Palestina pada Rabu (2/11) menuntut Komite Internasional Palang Merah untuk menekan otoritas pendudukan Israel agar membebaskan jenazah warga Palestina yang terbunuh serta ditahan di kamar mayat Israel dan pemakaman khusus tentara. Ini terjadi selama protes yang diselenggarakan oleh keluarga orang-orang Palestina yang terbunuh di Kota Hebron, Bethlehem, dan Jenin di Tepi Barat.
Keluarga menyatakan penolakan mereka terhadap kebijakan Israel yang menahan jenazah orang-orang Palestina untuk dijadikan alat negosiasi dan tawar-menawar. Keluarga-keluarga itu memprotes di depan kantor Palang Merah di berbagai kota, memegang spanduk bertuliskan “kami menginginkan anak-anak kami”, “menahan para martir adalah kejahatan”,
Mereka juga menegaskan bahwa “menahan jenazah para martir yang dibunuh di kamar mayat dan kuburan angka adalah kejahatan internasional, kemanusiaan, sekaligus kejahatan moral yang dilakukan terhadap keluarga mereka dan jelas merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Konvensi Jenewa Keempat,”
Pihak keluarga menekankan bahwa semua alasan Israel untuk menahan jenazah sangat tidak dapat dibenarkan. Mereka menuntut pembebasan segera bagi jenazah orang-orang Palestina sehingga keluarga mereka dapat memberi mereka pemakaman yang layak.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








