• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Warga Palestina Mengaku Disiram Asam oleh Interogator Israel saat Disiksa

by Adara Relief International
Februari 26, 2025
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Warga Palestina Mengaku Disiram Asam oleh Interogator Israel saat Disiksa

Pasukan Israel berdiri di luar penjara Ofer pada 15 Februari 2025 (Ammar Awad/Reuters)

53
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Seorang mantan tawanan Palestina mengungkapkan bahwa tentara Israel menyiramkan cairan asam dan bahan kimia lainnya ke tubuhnya selama interogasi saat ia berada dalam tawanan mereka.

Mohammed Abu Tawila, yang diculik dari Gaza selama invasi Israel pada Oktober 2023, mengalami pemukulan brutal, termasuk serangan yang menargetkan matanya. Ia mengatakan kepada media lokal bahwa tentara menculiknya dari area dekat kantor Urusan Sipil di Gaza City dan membawanya ke sebuah rumah milik keluarga al-Yazji.

Di sana ia disiksa dengan berbagai bahan kimia, termasuk asam, klorin, cairan pencuci piring, deterjen, sabun, dan penyegar udara.

“Bahan-bahan tersebut dituangkan ke tubuh saya selama tiga hari,” ungkapnya.

Setelah melihat reaksi tubuhnya terhadap serangan asam dan bahan kimia lainnya, tentara Israel kemudian memindahkannya ke Tepi Barat yang diduduki. Bekas luka akibat penyiksaan itu terlihat di punggung, lengan, dan wajahnya, seperti yang ditampilkan dalam laporan berita lokal.

“Mata saya juga menjadi sasaran. Salah satu dari mereka terus memukul mata saya dengan sarung tangan yang berisi benda keras seperti tulang,” katanya, seraya menambahkan bahwa ia akhirnya pingsan di atas puing-puing akibat pemukulan tersebut.

Abu Tawila menjelaskan bahwa asam dan bahan kimia lainnya bereaksi dengan luka di matanya. Salah seorang tentara kemudian menutup matanya dengan kain yang diikat erat, menyebabkan bahan kimia terus bereaksi di sekitar area yang terkena.

“Tentu saja, ada juga penyiksaan di wilayah pendudukan, mulai dari pemukulan, penghinaan, dan pelecehan, hingga kelaparan dan dibiarkan kedinginan.”

Ia menambahkan bahwa selama ditahan oleh militer, yang berlangsung sekitar satu setengah bulan, ia tidak diberikan pakaian atau selimut. Setelah itu, ia dipindahkan ke rumah sakit al-Ramla. Ia dirawat di rumah sakit selama sekitar dua hingga tiga pekan sebelum akhirnya dipindahkan ke penjara militer Ofer yang terkenal kejam.

Otoritas Israel sebelumnya telah terbukti menyiksa warga Palestina, termasuk di penjara Ofer, menurut kesaksian dari tawanan saat ini dan mantan tawanan. Tawanan Palestina sering diborgol dan dirantai selama 24 jam sehari, tujuh hari seminggu, bahkan saat tidur, makan, dan menggunakan toilet.

“Mereka akan melepaskan anjing ke arah kami, menyerbu dan memukuli kami di dalam sel, mengikat tangan kami, lalu membawa kami keluar ke halaman penjara. Mereka juga menendang kami hingga wajah kami bengkak dan berdarah,” kata Abu Tawila.

“Dan mereka tidak akan memberikan perawatan bagi yang terluka. Mereka hanya berkata, ‘Luka itu akan sembuh sendiri.'”

Dalam sebuah unggahan di platform X (Twitter) baru-baru ini, politisi sayap kanan Itamar Ben Gvir membagikan video yang menunjukkan pelecehan dan penghinaan terhadap tawanan Palestina di penjara Keziot, yang terletak di Gurun Negev.

Dalam klip tersebut, seorang tawanan terlihat berlutut dan mengecat dinding penjara, sementara seorang penjaga Israel berdiri di dekatnya dan mengarahkan senjata ke arahnya.

Mantan menteri itu mengatakan, “Bangga dengan IPS!” merujuk pada Layanan Penjara Israel, yang sebelumnya ia awasi sebelum mengundurkan diri dari pemerintahan bulan lalu.

Ben Gvir menambahkan bahwa tawanan tersebut dipaksa mengecat ulang tulisan yang berisi slogan-slogan perlawanan, seperti “Kami tidak akan melupakan, kami tidak akan memaafkan, kami tidak akan berlutut” dan “Yerusalem adalah Arab”.

Beberapa tawanan lainnya terlihat berlutut menghadap dinding dalam video tersebut. Kesaksian juga menggambarkan pemukulan rutin oleh penjaga, kondisi sel yang penuh sesak, penghinaan, serta kebersihan yang tidak memadai, dengan satu laporan bahkan menyebutkan bahwa pemukulan menyebabkan kematian.

Mantan tawanan juga mencatat bentuk penghinaan lainnya, seperti penjaga penjara yang merusak makanan mereka dengan menuangkan sampo ke atasnya atau membuangnya ke tempat sampah.

Pada awal Agustus tahun lalu, kelompok hak asasi Israel B’Tselem menyatakan bahwa otoritas Israel secara sistematis menyiksa warga Palestina di “kamp penyiksaan” dengan melakukan kekerasan parah dan pelecehan seksual.

Laporan berjudul Welcome to Hell ini didasarkan pada 55 kesaksian mantan tawanan dari Gaza, Tepi Barat yang diduduki, Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur), dan warga negara Israel. Sebagian besar dari mereka ditahan tanpa pengadilan.

Penyiksaan ini terjadi di fasilitas penahanan sipil dan militer di seluruh Israel, menyebabkan setidaknya 59 kematian yang diketahui sejak 7 Oktober 2023.

Di antara mereka, setidaknya 38 tawanan yang wafat berasal dari Gaza—jumlah tertinggi dalam sejarah—menjadikan periode ini sebagai “tahap paling berdarah dalam sejarah gerakan tawanan,” menurut pernyataan bersama Otoritas Urusan Tawanan dan Masyarakat Tawanan Palestina pada hari Senin.

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Jumlah Tertinggi! 60 Pos Terdepan Ilegal Dibangun di Tepi Barat pada 2024

Next Post

Euro-Med Peringatkan Pengungsian Paksa dan Penghancuran Sistematis di Tepi Barat

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
18

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
16
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
13
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
29
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
14
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Euro-Med Peringatkan Pengungsian Paksa dan Penghancuran Sistematis di Tepi Barat

Euro-Med Peringatkan Pengungsian Paksa dan Penghancuran Sistematis di Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630