Tahrir Bilal, dari kota Rafah, di Jalur Gaza selatan, menggunakan alat tradisional untuk mengekspresikan kecintaannya pada warisan nasional Palestina. Ia membuat aksesori dan karya seni dengan benang dan manik-manik, sebagai upaya untuk mengingatkan generasi akan warisan budaya yang mereka miliki. Tahrir berpartisipasi dalam Heritage Bazaar, yang diselenggarakan oleh Otoritas Publik untuk Pemuda dan Kebudayaan dan Pusat Kebudayaan Malaysia pada Selasa (4/10). Acara akan berlanjut hingga Rabu di arena pameran di alun-alun Al Saraya, pusat Kota Gaza, dalam rangka Hari Warisan Nasional Palestina.
Setiap Oktober, rakyat Palestina merayakan warisan mereka melalui berbagai kegiatan untuk melestarikannya dan mencegah upaya pencurian budaya yang terus dilakukan Israel. Banyak profesional, seniman, pengrajin, asosiasi, dan pusat kerajinan yang berpartisipasi dalam pameran warisan ini. Suasana didominasi oleh warisan khas Palestina dan fitur cerita rakyat, termasuk penampilan Dabke dan lagu-lagu tradisional.
Pameran ini mencakup ragam kerajinan, seperti karpet buatan tangan, karya tembaga, tembikar, produk kaca, jahitan dan bordir, wol, banyak produk antik dan porselen, kerajinan dari jerami dan kayu, serta bagian aksesori yang dihiasi dengan warna Palestina, tas, liontin, gaun kota Palestina, juga boneka.
Para peserta pameran tidak lupa memberikan tempat khusus untuk makanan Palestina yang disiapkan untuk pengunjung. Di antara makanan yang disajikan berupa kue kering dengan keju, thyme dan bayam, serta roti, acar, maqluba, musakhah, dan makanan tradisional lainnya. Di sisi-sisi pameran terdapat produk jerami dan perhiasan rumah tangga, disertai ungkapan patriotik dan keinginan untuk kembali ke kota-kota Palestina. Terdapat juga bingkai dan potongan cermin, yang dipotong dalam bentuk peta Palestina. Di bagian sudut, terdapat area khusus perempuan yang ingin mengukir henna.
Pameran ini juga menampilkan sudut khusus Masjid Al-Aqsa, dengan kubah, teras, dan dinding antiknya. Terdapat pula sejumlah lukisan seni plastik, yang menggambarkan fitur warisan, seperti keffiyeh. Di pojok museum terdapat sejumlah potongan kuno, termasuk potongan tembaga antik, potongan tembikar, penggilingan, minyak tanah, keranjang jerami, nampan, dan alat pertanian kayu tua.
Orang-orang Palestina selalu berusaha untuk mengekspresikan kecintaan mereka terhadap warisan nasional mereka, yang diwakili dalam mode, kebutuhan rumah tangga, karya seni, makanan dan manisan, untuk melindunginya dari upaya pencurian Israel yang berkelanjutan.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







