Warga Suwayseh, yang terletak di barat daya Quneitra, menceritakan duka mereka melalui media Anadolu.
Pada Rabu (25/12), warga Suwayseh menggelar protes terhadap pendudukan Israel atas tanah mereka di Provinsi Quneitra, Suriah, yang diduduki secara ilegal oleh tentara Israel. Mereka menuntut diakhirinya agresi Israel dan penarikan pasukan Israel dari wilayah mereka.
Selama protes tersebut, tentara Israel melepaskan tembakan dari pos mereka.
Shadi Abu Zayd menjelaskan bagaimana pasukan Israel memasuki wilayah perbatasan sejauh 10 kilometer (6,2 mil) dari Dataran Tinggi Golan yang diduduki, merusak Suwayseh dan desa-desa di sekitarnya. Ia juga menyebutkan terdapat serangan langsung terhadap warga sipil, termasuk seorang anak.
Abu Zayd menyatakan bahwa pasukan Israel menembaki demonstran yang melakukan aksi damai untuk menentang pendudukan, hingga melukai tujuh orang.
“Kami menyerukan kepada masyarakat internasional, negara-negara Arab, dan pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghentikan Israel dalam melakukan serangan harian terhadap desa-desa dan kota-kota di Quneitra,” tambahnya.
Fayez al-Bandar, penduduk lainnya, mengatakan bahwa pasukan Israel yang memasuki desa tersebut menyebabkan kerusakan signifikan pada properti pribadi dan publik, menumbangkan pohon, dan menembaki rumah-rumah.
Al-Bandar mendesak diakhirinya “kesombongan Israel,” dengan mengatakan: “Tidak peduli berapa pun biayanya, tidak peduli berapa banyak darah yang tertumpah, kami tidak akan meninggalkan tanah kami!”
Mohamad Abdulkarim al-Hatimi, warga lainnya, menekankan bahwa serangan Israel telah menyebabkan kepanikan yang meluas di antara penduduk, tetapi ia menyatakan dengan tegas, “Kami sama sekali tidak akan menerima hal ini!”
Hatimi menyatakan harapannya agar pihak berwenang segera menghalangi agresi Israel dan mengusirnya dari tanah air mereka, Suriah.
Setelah jatuhnya rezim Baath di Suriah, Israel meningkatkan serangan udara terhadap negara itu, melumpuhkan kekuatan militer Suriah dan memperluas pendudukannya.
Sumber: https://www.aa.com.tr
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








