Bukan kondisi yang mudah bagi seorang ayah ketika ia dimasukkan ke dalam penjara oleh Zionis Israel tanpa tuduhan yang jelas, saat anaknya masih bayi. Sosok ayah tersebut adalah Qasami. Ia dimasukkan ke dalam penjara pada 2002 dan divonis 20 tahun penjara. Namun, hal itu tak menyurutkan semangatnya untuk mendidik anaknya menjadi penghafal Al-Qur’an.
Baca juga: Mematahkan Persepsi, Wafa Abu Naja Menjadi Murid Berprestasi
Nur, anaknya, kerap mengunjungi sang ayah di penjara. Terbukti, ia berhasil menjadi penghafal Al-Qur’an pada 2021 ini. Nur menghabiskan masa kecilnya di masjid untuk menghafal Al-Qur’an, juga penjara untuk mengunjungi ayahnya. Masa-masa kunjungan itulah yang dimanfaatkan Qasami untuk memantau anaknya.
Baca juga: Duka Lifta, Si Cantik yang Ditinggalkan
Kisah inspiratif Qasami dan Nur menunjukkan bahwa penjara tidak serta merta dapat menghilangkan figur sang ayah dalam mendidik anaknya dengan syariat agama. Hal ini menjadi jawaban mengapa banyak anak Palestina yang hafal Al-Qur’an, sementara orang tuanya ditawan oleh Zionis Israel.
Sumber: Womanfpal.com
***
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







