“Wahai warga Gaza, tentara Israel akan datang,” demikian bunyi selebaran yang dijatuhkan oleh militer Israel pada Sabtu (17/05) di sejumlah permukiman di Gaza. Selebaran itu menjadi sinyal ancaman eskalasi baru dalam kampanye militer yang telah berlangsung selama 19 bulan.
Peringatan ini muncul sehari setelah militer Israel mengumumkan perluasan serangan besar-besaran yang mereka sebut sebagai “Operasi Kereta Perang Gideon”. Menurut laporan media publik Israel, KAN, operasi ini bertujuan untuk menguasai seluruh wilayah Gaza secara penuh.
Selama kunjungan empat hari Presiden AS Donald Trump ke negara-negara Teluk, pasukan Israel dilaporkan membunuh lebih dari 378 warga Palestina—jumlah ini hampir empat kali lipat dari korban jiwa dalam empat hari sebelumnya yang mencapai sekitar 100 orang. Data ini dihimpun dari Kementerian Kesehatan Gaza oleh Anadolu Agency.
Sejak 2 Maret, Israel sepenuhnya melarang masuknya bantuan ke Gaza, termasuk makanan, air, dan obat-obatan. Gencatan senjata yang sebelumnya disepakati juga telah dilanggar Israel dengan kembali menggempur Gaza sejak 18 Maret.
Hingga kini, jumlah korban jiwa akibat agresi Israel sejak Oktober 2023 telah melampaui 53.200 orang, menjadikan serangan ini salah satu yang paling mematikan dalam sejarah penjajahan di wilayah tersebut.
Sumber:
https://www.#/20250517-people-of-gaza-israeli-army-is-coming-warn-leaflets-dropped-on-gaza/






