• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Wafaa Salam, Perempuan Palestina Tangguh yang Selesaikan Pendidikan Magister di Usia Senja

by Adara Relief International
Februari 23, 2023
in Artikel, Biografi
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Wafaa Salam, Perempuan Palestina Tangguh yang Selesaikan Pendidikan Magister di Usia Senja
27
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Palestina dan segala persoalan di dalamnya yang tidak kunjung selesai dari waktu ke waktu menimbulkan masalah yang semakin besar di berbagai aspek kehidupan. Agresi dan penyerangan yang terus menerus dilancarkan oleh Zionis membuat penduduk Palestina kehilangan hak-hak dasar mereka untuk hidup, tak terkecuali hak untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas.

Kondisi Palestina yang semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu seringkali membuat dunia memandang Palestina sebagai negara yang “terbelakang” dan selalu bergantung pada bantuan dari donatur. Tetapi mereka salah, Palestina adalah negara yang melahirkan jiwa-jiwa tangguh, baik itu laki-laki maupun perempuan, mulai dari usia balita hingga lansia. Berikut adalah salah satu kisah perempuan tangguh Palestina yang di usia senja tetap memilih untuk menempuh pendidikan formal hingga tuntas.

Baca juga kisah perempuan Palestina berprestasi lainnya dalam adararelief.com

Wafaa Salam adalah seorang perempuan Palestina yang membuktikan bahwa menuntut ilmu tidak pernah dibatasi oleh usia. Ia sama sekali tidak malu meskipun memulai perjalanan pendidikannya di usia yang tidak lagi muda. Ia memperoleh ijazah sekolah menengah pada usia 48 tahun, kemudian meraih gelar sarjana pada usia lebih dari 50 tahun, dan meraih gelar master dan praktik profesi hukum pada usia melebihi 60 tahun. Kesuksesannya dalam menyelesaikan pendidikan formal membuat hidupnya menjadi lebih baik. Usai lulus, ia mampu memulai karir kehidupan ilmiah baru setelah pensiun dari pekerjaan lamanya, sehingga kisah suksesnya menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Senyum cerah Wafaa (64), menghiasi wajahnya saat dia berbicara kepada Women for Palestine ketika sesi wawancara. Ia dengan bangga menceritakan karir ilmiahnya setelah baru-baru ini memperoleh sertifikat praktik hukum. “Saya masih belajar pada tahun pertama sekolah menengah ketika saya menikah. Saya kemudian melahirkan sepuluh orang anak. Saya merasa bahwa anak-anak saya adalah tanggung jawab besar yang harus saya didik dengan cara yang terbaik.”

Wafaa juga menceritakan pengalamannya dalam menuntut ilmu sambil mengasuh anak-anaknya, “Saya meluangkan seluruh waktu saya untuk merawat anak-anak, untuk membesarkan dan mendidik mereka. Di sela-sela waktu, saya mencoba membaca setiap buku yang bisa saya dapatkan; majalah, surat kabar, atau bahkan sembarang tulisan di kertas untuk meningkatkan budaya literasi dan informasi yang berdampak besar pada peningkatan kualitas membaca saya.”

Dia menjelaskan bahwa setelah anak-anaknya tumbuh besar dan dia bisa keluar rumah, tujuan pertamanya adalah masjid di dekat rumahnya. Di sana, ia biasa mengikuti kompetisi budaya dan menghafal Al-Quran, hingga kemudian dia dipercaya menjadi salah satu pengajar di sana. Prestasinya dalam menghafal Al-Quran membuat orang-orang di sekitarnya mendorongnya untuk melanjutkan sekolah agar bisa mendapatkan ijazah sekolah menengah.

Awalnya, Wafaa ragu dan merasa itu adalah hal yang mustahil, terutama karena dia juga tidak lihai berkomunikasi dalam bahasa Inggris. Akan tetapi, karena ia memiliki tekad yang kuat untuk terus belajar, ia memantapkan diri untuk kembali melanjutkan pendidikannya yang dulu sempat terputus.

Tahun ketika dia mendaftar sekolah menengah adalah tahun tersibuk, karena suaminya jatuh sakit dan kondisi kesehatannya memerlukan penanganan khusus di Mesir. Perawatan suaminya berlangsung selama berbulan-bulan sehingga dia tidak dapat membaca satu halaman pun dari buku-buku pelajaran. Pada tahun yang sama, dia juga menikahkan putranya.

Selain disibukkan dengan keluarganya, Wafaa juga harus memberikan kursus tilawah Al-Quran, terutama karena dia telah menguasai qiraat sab’ah dan telah mendapat sanad. Kepemilikan sanad membuat banyak perempuan ingin belajar Al-Qur’an dengannya untuk meneruskan mata rantai ta’lim (ijazah dan sanad) setelah lulus.

Wafaa mengatakan, salah satu situasi yang sulit untuk dilupakan adalah ketika sedang menjalani ujian bahasa Arab. Saat itu, dia menjawab dengan sangat cepat di kertas ujian dan menyerahkannya secepat mungkin, membuat panitia mengingatkan bahwa dia masih punya banyak waktu untuk memeriksa kembali sebelum dikumpulkan. Dia segera memberitahu panitia bahwa kondisinya tidak memungkinkan karena putrinya sedang berada di rumah sakit untuk melahirkan. Dia ingat putrinyalah yang mendorong dan membantunya belajar kursus bahasa Inggris ketika ia mengatakan akan melanjutkan sekolah.

Potret Wafaa Salam ketika wisuda (WomenFPal)

Terlepas dari kesibukan yang membuatnya tidak dapat belajar dengan baik, Wafaa berhasil mendapat nilai rata-rata yang sangat baik yaitu sebesar 86%. Kecintaannya pada sains membawanya pergi untuk mendaftar di Universitas Islam. Akan tetapi, kerumunan besar siswa di ruang pendaftaran ketika itu membuatnya ingin mundur dan pulang saja. Namun, dia mendengar seorang karyawan memanggilnya untuk membantunya mendaftar sebagai mahasiswa sains di Sekolah Tinggi Syariah dan Hukum. Wafaa pun kembali meneguhkan niatnya untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Terlepas dari kesibukannya mengurus suaminya yang sakit, anak-anaknya, rumahnya, dan pekerjaannya di masjid, dia berhasil lulus dengan pujian dari universitas. Semua pencapaiannya tidak memuaskan rasa penasarannya terhadap ilmu yang didalami, hingga ia memutuskan untuk melanjutkan studi pascasarjana untuk mendapatkan gelar master dalam hukum Islam dengan spesialisasi yurisprudensi komparatif.

Beberapa orang mengira itu adalah pencapaian akademis terakhirnya, tetapi sebenarnya dia menginginkan lebih, jadi dia bekerja untuk mendaftar pelatihan dan mengikuti ujian untuk mempraktikkan profesi hukum. Ia berhasil dalam ujian itu dan memperoleh sertifikat praktik dalam waktu singkat.

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Menurut Wafaa, tidak peduli berapa pun usianya, setiap hari baru baginya adalah awal kehidupan baru. Banyak ambisi yang ingin ia capai, dan usia bukanlah penghalang untuk meraih lebih banyak kesuksesan. Dalam setiap langkahnya, ia juga tetap mengutamakan ilmu Al-Qur’an yang memberikan keberkahan baginya dalam meraih kesuksesan yang silih berganti.

Wafaa Salam adalah salah satu dari sekian banyak perempuan Palestina yang tetap memprioritaskan pendidikan, tanpa melupakan fitrahnya sebagai seorang perempuan, istri, dan ibu. Kesibukan menjadi seorang ibu dengan anak yang banyak tidak lantas membuatnya patah semangat, melainkan membuatnya semakin termotivasi untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya demi bisa memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Dan yang terpenting, beliau selalu mendahulukan ilmu agama karena memahami bahwa Al-Qur’an adalah induk dari segala ilmu di dunia ini.

 

Salsabila Safitri, S.Hum.

Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.

Sumber:

http://www.womenfpal.com/news/2023/2/19/وفاء-حكاية-م-لهمة-لمحامية-م-نحت-المزاولة-بعد-التقاعد

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: PalestinaPendidikanPerempuan
ShareTweetSendShare
Previous Post

Ketua Parlemen Eropa Kecam Pendudukan Israel di Palestina

Next Post

3 Persiapan Menuju Ramadan

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
17

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
14
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
18
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
24
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
3 Persiapan Menuju Ramadan

3 Persiapan Menuju Ramadan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630