Selama konferensi yang diadakan di Roma pada Rabu (8/3) dan Kamis (9/3), Vatikan menegaskan kembali pentingnya kebebasan akses untuk beribadah di semua tempat suci di Al-Quds. Konferensi tersebut diadakan oleh Kelompok Kerja Bersama untuk Dialog, Dikasteri untuk Dialog Antaragama, dan Komisi Palestina untuk Dialog Antaragama.
Sheikh Mahmoud Al-Habbash, penasihat urusan agama Presiden Otoritas Palestina (PA) Mahmoud Abbas, memimpin delegasi PA. Delegasi yang berbeda tersebut bertemu di Vatikan dengan Paus Fransiskus, yang mendorong upaya kelompok kerja ini. Dalam sebuah pernyataan, Kedutaan Besar PA untuk Vatikan mengatakan bahwa makalah akademik dipresentasikan selama acara tersebut dengan menegaskan kembali “Status spiritual, sejarah, dan budaya kota Palestina untuk Muslim dan Kristen.”
Vatikan News melaporkan bahwa Paus Fransiskus juga “Menyoroti signifikansi spiritual Al-Quds, yang membentuk tema yang dipilih untuk pertemuan kelompok kerja tersebut.” Dia menggemakan seruan yang dibuat pada 2019 dengan Raja Maroko, yakni seruan agar Al-Quds dianggap oleh semua orang sebagai warisan bersama umat manusia dan khususnya para pengikut tiga agama monoteistik, sebagai tempat perjumpaan dan sebagai simbol hidup berdampingan secara damai.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








