Setelah agresi Israel yang menghancurkan terhadap rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat, jumlah yang terbunuh meningkat menjadi sedikitnya 9.572 orang, dan lebih dari 26.000 orang terluka, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.
Kementerian mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa jumlah kematian di Jalur Gaza telah mencapai 9.425 orang, sementara jumlah korban tewas di Tepi Barat juga melonjak menjadi 147 orang. Selain itu, kata kementerian itu, 25.000 warga Palestina terluka di Gaza, dan hampir 2.200 lainnya terluka di Tepi Barat.
Pada 29 Oktober, berdasarkan data kementerian tersebut, dilaporkan bahwa sekitar 1.950 warga Palestina, termasuk setidaknya 1.050 anak-anak, hilang, yang kemungkinan terjebak atau syahid di bawah reruntuhan ketika menunggu upaya penyelamatan.
Dari 35 rumah sakit di Gaza, 16 rumah sakit saat ini tidak berfungsi karena kampanye pengeboman Israel dan menipisnya cadangan bahan bakar. Kekurangan bahan bakar membuat dokter tidak punya pilihan selain melakukan operasi tanpa anestesi yang tepat, termasuk mereka yang terluka dalam serangan udara dan perempuan yang menjalani operasi caesar.
Sejak 7 Oktober, pihak berwenang Israel telah melarang pasien di Gaza meninggalkan wilayah tersebut untuk mencari perawatan di rumah sakit di Yerusalem dan di wilayah yang diduduki tahun 1948, termasuk sekitar 2.000 pasien yang menderita kanker.
Sumber:
https://english.wafa.ps/Pages/Details/138974
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








