Setidaknya 2.215 warga Palestina telah tewas akibat serangan udara Israel di Gaza, termasuk 724 anak-anak dan 458 perempuan, kata Kementerian Kesehatan Palestina pada Sabtu pagi (14/10). Sementara itu, sebanyak 8.714 orang terluka, termasuk 2.450 anak-anak dan 1.536 perempuan.
Pejabat kesehatan di daerah yang diblokade tersebut menegaskan bahwa lebih dari 320 warga Palestina telah terbunuh dalam 24 jam terakhir, termasuk 126 anak-anak dan 88 perempuan, termasuk yang terbunuh dalam konvoi saat meninggalkan Kota Gaza.
Selama 8 hari berturut-turut, pesawat tempur Israel telah melancarkan ratusan serangan udara terhadap rumah-rumah warga sipil dan infrastruktur di berbagai wilayah Jalur Gaza, yang mengakibatkan banyak korban jiwa dan kehancuran besar.
Kementerian Kesehatan Palestina mengutuk keputusan Israel untuk melakukan genosida terhadap lebih dari dua juta orang di Jalur Gaza. Serangan udara tersebut telah menyebabkan kematian 200 orang dari 50 keluarga, 15 petugas kesehatan, dan delapan jurnalis. Serangan tersebut juga menargetkan 23 ambulans dan 15 institusi kesehatan, termasuk gedung Kementerian Kesehatan, Klinik Rimal, dan Pusat Kesehatan Mata Internasional. Situasi ini semakin diperumit dengan kurangnya bahan bakar dan pemadaman listrik yang berdampak pada generator, tambah kementerian.
Sumber:
https://daysofpalestine.ps/?p=52227
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








