Upaya untuk menetapkan gencatan senjata di Gaza tampaknya goyah pada Rabu (10/5), karena serangan udara Israel terus menghantam berbagai wilayah di Jalur yang terkepung tersebut. Mesir, yang telah menengahi pertempuran sebelumnya, telah mulai mencoba menengahi gencatan senjata, sebuah stasiun berita Mesir yang dikelola pemerintah mengumumkan, tetapi pertempuran justru semakin meningkat pada Rabu malam.
Dalam pidato televisi Primetime, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim bahwa Israel telah memberikan pukulan keras kepada kelompok-kelompok di Gaza. Dia juga menyatakan, “Putaran ini belum berakhir. Kami melihatmu di mana-mana. Anda tidak dapat bersembunyi dan kami memilih tempat dan waktu untuk menyerang Anda,” katanya, seraya menambahkan bahwa Israel akan memilih waktu untuk memulihkan ketenangan.
Sejak Selasa pagi, jet tempur Israel melancarkan serangan udara di beberapa lokasi di seluruh Gaza, antara lain di Rafah, Khan Younis, Beit Lahia, dan daerah lainnya. Militer Israel menjuluki serangan barunya di Jalur yang terkepung, sebagai “Operasi Perisai dan Panah”. Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan sedikitnya 21 warga Palestina tewas selama pengeboman itu, termasuk lima anak, dan sedikitnya 64 warga terluka.
Ini adalah serangan terbesar yang dilakukan oleh Israel terhadap Gaza sejak Agustus tahun lalu, yang memicu baku tembak selama tiga hari. Sedikitnya 49 warga Palestina tewas dalam pengeboman Israel pada 2022, termasuk 17 anak-anak, dan 360 lainnya luka-luka.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








