UNRWA melaporkan bahwa ribuan keluarga di Khan Yunis melarikan diri dari serangan udara dan operasi militer Israel.
“Keluarga di Khan Yunis sekali lagi menerima perintah evakuasi dari otoritas Israel,” kata UNRWA. “Siklus ketakutan dan pengungsian telah berlangsung terlalu lama. Semua orang kelelahan,” terangnya.
Selain itu, Bulan Sabit Merah Palestina mengumumkan bahwa klinik Maan dan Bani Suhaila tidak beroperasi karena lokasinya berada di wilayah timur Khan Yunis yang dievakuasi.
Tentara Israel menembaki wilayah di Jalur Gaza, yang sebelumnya diklaim “aman” tetapi kemudian pada Senin (22/7) menuntut agar wilayah tersebut dikosongkan.
Mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, Israel telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Lebih dari 39.006 warga Palestina telah terbunuh, sebagian besar wanita dan anak-anak, dan lebih dari 89.400 terluka, menurut otoritas kesehatan setempat.
Sembilan bulan lebih sejak serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








