Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan bahwa skala penderitaan yang terjadi di Gaza selama setahun terakhir telah mengguncang kepercayaan banyak orang terhadap hak asasi manusia. Dalam pernyataan yang dirilis untuk memperingati Hari Hak Asasi Manusia pada 10 Desember, UNRWA menegaskan bahwa hak-hak yang dirampas dari warga Gaza adalah hak yang sama yang dimaksudkan untuk melindungi semua orang.
“Hak atas keamanan, martabat, kebebasan dari kekerasan, pengungsian, serta akses terhadap makanan, air, sanitasi, pakaian, dan perumahan yang layak bukanlah hak istimewa; itu adalah hak mendasar yang tidak didapatkan oleh warga Palestina di Gaza,” tulis UNRWA dalam sebuah unggahan di platform X.
Badan PBB tersebut menekankan bahwa penghormatan terhadap hak asasi manusia universal adalah jaminan terbaik bagi dunia sebagai tempat bagi setiap individu untuk dapat hidup dengan martabat, keamanan, kesetaraan, dan kebebasan.
“Kita semua memiliki kepentingan di Gaza. Kita semua memiliki kepentingan dalam menjaga dan memajukan hak asasi manusia, serta membangun masa depan yang menjamin diwujudkannya penghormatan terhadap martabat dan akuntabilitas HAM,” kata UNRWA.
UNRWA juga kembali menyerukan gencatan senjata segera di Jalur Gaza dan menegaskan bahwa tindakan tersebut adalah langkah mendesak untuk mengakhiri penderitaan dan mengembalikan akses terhadap kebutuhan dasar yang telah lama terabaikan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








