Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) telah meminta $23,8 juta untuk tanggap darurat multisektoralnya. Hal ini menyusul serangan militer Israel baru-baru ini di kamp pengungsi Jenin di Tepi Barat utara.
“Kami sekali lagi membutuhkan dukungan untuk memulihkan layanan dasar di kamp Jenin untuk Pengungsi Palestina. Ini untuk membantu membangun kembali kehidupan dan mata pencaharian mereka,” kata Adam Bouloukos, direktur Urusan UNRWA di Tepi Barat, dalam sebuah pernyataan hari Senin (24/7).
Dia menambahkan bahwa UNRWA membutuhkan dukungan agar dapat memulihkan layanan dasar. Layanan tersebut mencakup pendidikan, perawatan kesehatan primer, bantuan tunai darurat, dan bantuan tempat tinggal bagi keluarga yang terkena dampak di kamp. Bouloukos melanjutkan: “Kita juga harus mengatasi kebutuhan kesehatan mental melalui dukungan psikososial kepada Pengungsi Palestina dan responden pertama.”
Tentara Israel melakukan serangan militer terhadap kamp Jenin pada 3-4 Juli. Mereka menggunakan helikopter, drone, dan pasukan darat untuk menyerang warga sipil. Operasi tersebut, yang dianggap terbesar dalam lebih dari 20 tahun, mengakibatkan 12 warga Palestina terbunuh dan lebih dari 120 terluka. Sementara itu, sekitar 80 persen rumah di pengungsian hancur akibat serangan tersebut.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








