UNRWA mengatakan pada Rabu (17/7) bahwa Israel telah mengebom sedikitnya delapan sekolah di Gaza dalam sepuluh hari terakhir, dengan enam di antaranya merupakan sekolah milik badan tersebut.
“Kejadian yang hampir setiap hari terjadi” kata Philippe Lazzarini di X (Twitter). “Perang merampas masa kecil dan pendidikan anak perempuan dan laki-laki di #Gaza.”
“Sekolah tidak boleh digunakan untuk pertempuran atau tujuan militer oleh pihak mana pun. Sekolah bukan sasaran. Pengabaian hukum humaniter internasional masih dilanjutkan dengan terang-terangan dan terus-menerus. Semua aturan perang telah dilanggar di Gaza”, pungkasnya.
Kepala UNRWA menegaskan kembali tuntutannya untuk gencatan senjata segera. “Kehilangan rasa kemanusiaan kita bersama tidak boleh menjadi norma baru,” imbuh Lazzarini.
Postingan tersebut disertai dengan gambar yang memperlihatkan kerusakan yang terjadi di sekolah UNRWA akibat pengeboman Israel. Sekolah tersebut menjadi sasaran meskipun penuh dengan warga Palestina yang mengungsi di dalamnya.
Tentara Israel telah menargetkan sekolah-sekolah UNRWA dan fasilitas-fasilitas lainnya sejak awal serangan militernya terhadap warga Palestina di Gaza, yang jelas-jelas melanggar hukum dan konvensi kemanusiaan internasional. Setidaknya 190 staf PBB telah dibunuh oleh Israel sejak Oktober lalu saja.
sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








