Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) mengungkapkan bahwa 92 persen rumah di Jalur Gaza telah hancur total atau rusak akibat agresi militer Israel yang terus berlangsung sejak Oktober 2023.
“Warga Gaza menghadapi kehancuran yang tak terbayangkan. Banyak dari mereka telah mengungsi berkali-kali, sementara tempat berlindung sangat langka,” tulis UNRWA melalui akun resmi X pada Senin (20/5), seraya kembali menyerukan pencabutan blokade Israel atas Gaza.
Sejak 2 Maret, Israel menutup seluruh perlintasan ke Gaza — termasuk Karem Abu Salem, Beit Hanoun (Erez), dan Zikim — menghentikan aliran makanan, obat-obatan, dan bantuan kemanusiaan. Penutupan ini memperburuk risiko kelaparan dan krisis kemanusiaan yang sudah parah di wilayah tersebut.
Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, kejahatan harian Israel telah menjatuhkan banyak korban jiwa dan luka, sebagai bagian dari upaya pemusnahan etnis terhadap rakyat Palestina.
Direktur Komunikasi UNRWA, Jonathan Fowler, sebelumnya memperingatkan bahwa persediaan makanan telah habis, dan Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang.
Hingga saat ini, lebih dari 53.300 warga Palestina telah gugur dalam serangan brutal Israel, sebagian besar di antaranya adalah perempuan dan anak-anak.
Sumber:
https://english.palinfo.com/news/2025/05/19/339603/
https://www.#/20250519-92-of-gaza-homes-destroyed-by-israeli-war-unrwa/








