OCHA, badan kemanusiaan PBB, mengatakan militer Israel telah mengeluarkan lima perintah evakuasi untuk Gaza utara dan selatan sejak 6 Mei, sehingga memperluas total wilayah Gaza yang terkena perintah tersebut hingga 78 persen.
Ini mencakup semua wilayah di utara Wadi Gaza, yang penduduknya diperintahkan untuk mengungsi pada akhir Oktober, serta wilayah-wilayah tertentu di selatan Wadi Gaza yang ditentukan untuk evakuasi oleh militer Israel sejak 1 Desember.
“Seiring dengan terus terjadinya perpindahan keluarga, ‘zona kemanusiaan’ yang ditentukan oleh Israel bagi mereka yang mengungsi, tetap tidak aman,” tambah OCHA, mengutip lembaga bantuan.
“UNRWA memperkirakan hampir 450.000 orang terpaksa mengungsi dari Rafah sejak 6 Mei,” tambahnya. “Orang-orang terus-menerus menghadapi kelelahan, kelaparan, dan ketakutan. Tidak ada tempat yang aman. Gencatan senjata segera adalah satu-satunya harapan.”
Banyak dari mereka telah mengungsi beberapa kali sejak Israel melancarkan kampanye pengeboman di Jalur Gaza pada Oktober 2023. Israel kini telah membunuh hampir 36.000 warga Palestina dan melukai lebih dari 78.200 orang. Kebanyakan korban adalah anak-anak dan perempuan. Jutaan lainnya menjadi pengungsi.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








