Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (UNICEF), Catherine Russell, pada Kamis (15/05) mengecam keras pembunuhan hampir 50 anak dalam dua hari terakhir akibat serangan udara Israel di Jalur Gaza.
“Tidak dapat diterima bahwa lebih dari 45 anak dilaporkan terbunuh hanya dalam dua hari. Ini seharusnya mengguncang dunia, tetapi justru dihadapi dengan ketidakpedulian,” tulis Russell di platform X. Ia menegaskan, “Tak ada tempat yang aman bagi anak-anak di Gaza. Kengerian ini harus dihentikan.”
Russell juga memperingatkan kondisi kemanusiaan yang mengerikan bagi lebih dari 1 juta anak di Gaza yang kini terancam kelaparan, tanpa akses terhadap makanan, air, dan obat-obatan. Ia menekankan bahwa semua pihak dalam konflik wajib mematuhi hukum humaniter internasional.
Sejak 7 Oktober 2023, Israel melancarkan ofensif brutal di Gaza yang telah membunuh lebih dari 53.000 warga Palestina, mayoritas adalah perempuan dan anak-anak.
Sebagai tanggapan atas kekejaman ini, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Selain itu, Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ).Sumber:







