Direktur Eksekutif UNICEF mengatakan bahwa kurang dari 72 jam setelah pecahnya “agresi mengerikan” di Palestina, laporan mengindikasikan bahwa pelanggaran hak berat terhadap anak-anak merajalela. “Banyak anak dibunuh atau terluka,” jelas Catherine Russell di New York pada Senin, “sementara banyak anak lainnya menjadi korban kekerasan.” Dia menekankan bahwa tidak ada yang bisa membenarkan pembunuhan, pencacatan, atau penculikan anak-anak. “Ini adalah pelanggaran hak asasi manusia yang serius dan dikutuk sepenuhnya oleh UNICEF.”
Lembaga PBB untuk Anak-anak tersebut menyeru kelompok-kelompok bersenjata, atau yang memiliki tanggung jawab, untuk segera membebaskan anak-anak yang disandera di Gaza dengan aman sehingga mereka dapat bersatu kembali dengan keluarga atau kerabat mereka. “Dan kami menyerukan semua pihak untuk melindungi anak-anak dari bahaya, sesuai dengan hukum kemanusiaan internasional.” Pejabat senior PBB tersebut menambahkan “keprihatinan mendalam” terhadap keputusan Israel yang memblokir listrik, mencegah makanan, bahan bakar, dan air untuk memasuki Gaza.
Menurut Russell, penting bagi semua pihak untuk menahan diri dari kekerasan dan serangan lebih lanjut terhadap infrastruktur sipil. “Selain itu, dengan situasi kemanusiaan yang memburuk dengan cepat, para relawan kemanusiaan harus dapat mengakses layanan pertolongan darurat dengan aman terhadap anak-anak dan keluarga mereka, di mana pun mereka berada. Saya mengingatkan semua pihak bahwa dalam agresi ini, seperti dalam semua agresi, anak-anaklah yang pertama-tama menderita dan paling menderita.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








