Uni Eropa mengungkapkan, pembangunan unit permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki meningkat pada 2021. Perhimpunan Benua Biru pun menaruh keprihatinan atas beberapa proyek permukiman yang berpotensi memisahkan wilayah Tepi Barat dan Al-Quds (Yerusalem) Timur.
Uni Eropa mengatakan, sepanjang tahun lalu, jumlah pembangunan unit permukiman di Al-Quds (Yerusalem) Timur meningkat dua kali lipat. Pada 2020, terdapat 6.288 unit rumah di wilayah itu. Kemudian pada 2021, jumlahnya bertambah menjadi 14.894.
“Peningkatan pada 2021, khususnya dari tiga permukiman, yakni E1, Atarot, dan Lower Aqueduct, merupakan penyebab keprihatinan yang serius. Permukiman itu, jika dibangun, akan memutuskan Al-Quds (Yerusalem) Timur dari wilayah perkotaan utama Tepi Barat, seperti Hebron dan Ramallah. Dengan demikian akan memiliki implikasi serius pada kelangsungan perkotaan Palestina dan menimbulkan ancaman serius bagi solusi dua negara yang layak,” kata Kantor Perwakilan Uni Eropa untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza dalam laporannya, dikutip laman kantor berita Palestina, WAFA, Kamis (21/7/2022).
Uni Eropa menekankan, telah berulang kali menyerukan Israel agar menghentikan semua aktivitas permukimannya di wilayah Palestina yang diduduki. Mereka pun meminta Tel Aviv membongkar permukiman-permukiman liar yang dibangun di wilayah Palestina sejak Maret 2001.
“Uni Eropa menegaskan bahwa permukiman itu ilegal menurut hukum internasional. Keputusan Israel menyetujui rencana pembangunan permukiman baru pada tahun 2021, yaitu untuk Givat Hamatos dan Har Homa, semakin menghilangkan harapan solusi dua negara yang layak,” kata Kantor Perwakilan Uni Eropa untuk Tepi Barat dan Jalur Gaza.
Tahun lalu Israel mengumumkan rencana pembangunan lebih dari 1.700 unit rumah di permukiman Givat Hamatos dan Pisgat Zeev. Juga berencana membangun 9.000 unit rumah di Atarot dan lebih dari 3.400 lainnya di daerah E1 di Al-Quds (Yerusalem) Timur. PBB memperkirakan, saat ini terdapat hampir 700 ribu pemukim Yahudi tinggal di permukiman ilegal di Al-Quds (Yerusalem) Timur dan Tepi Barat.
Sumber:
https://qudsnen.co/israel-built-22030-illegal-settlement-units-in-2021-eu-says/
https://english.wafa.ps/Pages/Details/130164
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.







