Uni Eropa pada Kamis (24/11) meminta otoritas pendudukan Israel untuk segera mengakhiri sel isolasi tawanan Palestina Ahmad Manasra, dan mengizinkan dia mengakses konseling dan dukungan psikologis yang sangat ia butuhkan.
“Hari ini, UE dan beberapa Negara Anggota menghadiri sidang Ahmad Manasra. Pengadilan memperpanjang masa kurungan isolasi selama 4 bulan setelah melewati satu tahun di sel isolasi. “PBB menetapkan sel isolasi selama lebih dari 15 hari sebagai bentuk penyiksaan,” kata kantor UE di Palestina dalam sebuah tulisan di Twitter.
Uni Eropa menambahkan, “Kami memohon kepada otoritas Israel untuk segera mengakhiri pengurungannya serta memastikan dia menerima konseling dan dukungan psikologis yang diperlukan. Mengingat keprihatinan internasional yang serius tentang standar pengadilan yang adil dan proses hukum dalam kasus ini, kami meminta otoritas Israel untuk segera membebaskannya”.
Manasra ditangkap oleh pasukan pendudukan Israel pada 2015 ketika dia baru berusia 13 tahun, setelah menembak dia dan sepupunya Hassan, yang tewas seketika. Kesehatan mental Ahmad Manasra memburuk selama penahanannya. Pada Oktober 2021, seorang psikolog klinis Israel independen yang bekerja dengan Physicians for Human Rights – Israel (PHRI) mendiagnosisnya dengan kondisi kejiwaan yang parah, dan menyatakan bahwa kondisi tersebut terus memburuk sejak penahanannya.
Orang tua Ahmad Manasra mengatakan pada Februari 2022 bahwa putra mereka telah didiagnosis menderita skizofrenia, dan dia menderita delusi psikotik, dan sangat tertekan dengan pikiran untuk bunuh diri.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








