Dalam siaran langsung, kantor Perdana Menteri Israel telah mengonfirmasi kasus bayi dan balita yang kepalanya dipenggal oleh Gerakan Perlawanan Palestina di Kfar Aza pada akhir pekan ini. Akan tetapi, baru-baru ini, pemerintah Israel pada Jumat (13/10), mengklarifikasi bahwa mereka tidak dapat membuktikan keaslian kejadian tersebut.
Saat mengungkapkan penyesalannya, Sara Sidner berkata, “Saya harus lebih berhati-hati dengan kata-kata saya dan saya minta maaf.” Lebih lanjut, ia juga mengatakan akan mencoba mengoreksi fitnahnya.
Presiden Biden juga mengaku telah melihat bukti pemenggalan kepala bayi pada Kamis dini hari. Biden berkomentar, “Saya tidak pernah benar-benar percaya bahwa saya akan melihat, dan telah mengonfirmasi, foto-foto teroris yang memenggal kepala anak-anak.”
Namun, Gedung Putih kemudian mengeluarkan pernyataan yang mengatakan bahwa Biden belum melihat bukti apa pun. Ia hanya mendengar klaim tersebut melalui juru bicara Netanyahu dan sumber media Israel.
Di balik tuduhan palsu tersebut, Israel sama sekali tidak berkaca bahwa pada hari ketujuh agresi militer Israel di Jalur Gaza, jumlah anak-anak Palestina yang mereka bunuh telah mencapai 500 orang dan 1.644 anak dilaporkan terluka.
Sumber:
https://daysofpalestine.ps/?p=52196
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








