Direktur pemasaran produk pendidikan Google, Ariel Corine, telah memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya, setelah menolak menandatangani kontrak dengan tentara Israel senilai satu miliar dolar AS.
Pengunduran diri tersebut dilakukan tak lama setelah Ariel Corine membuat surat yang mengkritik Proyek Nimbus, sebuah proyek yang memfasilitasi pemantauan warga Palestina dan membantu memperluas permukiman Israel. Dia menjelaskan bahwa setelah menyusun surat itu, manajernya mengatakan bahwa dia harus pindah ke Brazil atau kehilangan posisinya.
Corine menegaskan bahwa selama bekerja di Google, dia menyaksikan pembungkaman sistematis suara Palestina, Yahudi, Arab dan muslim. Dia mengatakan bahwa Google berhasil menciptakan ketakutan di antara karyawan, dengan melindungi kepentingan komersialnya dengan tentara Israel dan pemerintah. Dia meminta karyawan Google dan Amazon untuk membaca proyek Nimbus dan mendesak karyawan untuk menentang proyek tersebut. Corine menghabiskan lebih dari satu tahun untuk mengorganisir perlawanan terhadap Proyek Nimbus, yang memiliki kesepakatan senilai $1,2 miliar.
Sumber:
***
Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.
Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar program bantuan untuk Palestina.
Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.








